Rabu, 22 November 2017 – 16:19 WIB

Desakan Bersikap Lebih Terbuka Pada Warga Aborijin

Jumat, 10 November 2017 – 14:00 WIB
Desakan Bersikap Lebih Terbuka Pada Warga Aborijin - JPNN.COM

Tokoh peraih penghargaan ‘Senior Australian of the Year’, Suster Anne Gardiner mendesak masyarakat non-masyarakat adat untuk berbuat lebih banyak guna membuka jalur komunikasi dengan rekan-rekan mereka warga Aborijin.

Dia menyampaikan hal itu di depan peserta sebuah forum di Darwin, NT bahwa orang-orang non-pribumi perlu berbuat lebih banyak untuk mendengarkan rekan-rekan mereka warga pribumi.

Biarawati berusia 86 tahun tersebut telah meraih penghargaan atas usahanya yang tak kenal lelah untuk melestarikan budaya dan bahasa Tiwi, namun para hadiri pada Rabu malam (9/11/2017) di forum ‘Eric Johnston Lecture’ mendengar sebuah cerita yang berbeda.

"Saya tahu bahwa ketika saya masih muda, saya gagal untuk mendengarkan, saya pikir saya berada di Kepulauan Tiwi untuk melakukannya dengan cara saya," katanya.

Suster Gardiner mengaku bahwa menyampaikan ceramah tersebut - sebuah ceramah tahunan yang ditujukan untuk sejarah Northern Territory - sangat berarti karena inspirasi yang dia dapatkan dari Eric Johnston mantan administrator Teritori Utara yang namanya diabadikan dalam event ini.

"Saya sangat menghormati Eric, terutama karena cara Eric memandang dan bertindak terhadap warga Aborijin,” kata suster Gardiner kepada Richard Margetson dari Radio ABC,  Darwin.

Dia menggunakan ceramah tersebut untuk mendorong orang lain mengambil pelajaran dari bukunya dan membuka jalur komunikasi dengan penduduk asli Australia.

Perubahan 'butuh waktu bertahun-tahun'

Suster Gardiner telah tinggal di Pulau Tiwi di Bathurst, New South Wales (NSW)  selama 44 tahun,  saat dia mengevaluasi kembali arah dari pekerjaannya sebagai pendidik yang dijalaninya.

Saat itu tahun 1997, dan dia sedang bersiap untuk menyerahkan sekolah dasar tempat dia bekerja kepada kepala sekolah yang baru.

Melihat kembali pertukaran jabatan tersebut, Suster Anne mengatakan bahwa hal itu adil - dia tidak benar-benar mendengarkan orang-orang Tiwi.

Mendengar kata-kata itu, katanya, membuatnya terkejut.

"Kemudian saya berpikir 'Anne, kekuatan untuk mendengarkan' Anda harus bertanya kepada Tuhan karena Anda belum mendengarkan apa yang sebenarnya telah terjadi.

"Saya tidak bangga akan hal itu tapi butuh waktu bertahun-tahun."

PM Malcolm Turnbull dan Sister Anne Gardiner
PM Malcolm Turnbull dan Sister Anne Gardiner peraih penghargaan 'Senior Australian of the Year' pada upacara penganugerahan Januari lalu.

ABC News: Jordan Hayne

Pernyataan Uluru menangani 'kekecewaan'

Suster Gardiner mengatakan bahwa insiden Tiwi tersebut merupakan pelajaran yang bisa dipelajari oleh orang Australia non-pribumi.

"Jadi gagasan saya adalah mulai membangun jembatan, karena semua jembatan punya dua pintu masuk," katanya.

"Jika kita mulai berjalan melintasi jembatan itu dan bertemu serta berbicara dengan masyarakat adat, saya pikir dunia akan menjadi tempat yang sangat baik."

Dia mengatakan bahwa percakapan perlu dilakukan di mana-mana dari jalan setapak sampai ke Gedung Parlemen.

"Dan ya, saya juga sedang membicarakan kekecewaan saya mengenai Pernyataan Uluru. Saya menduga mereka pasti akan mendesak kembali masyarakat adat untuk membicarakannya lebih jauh," kata Suster Gardiner.

"Ini sangat menyakitkan saya dan memberi saya pendapat yang sangat rendah kepada para politisi yang belum siap untuk berdiskusi dan mendengarkan.”

Perdana Menteri Malcolm Turnbull telah membela keputusan untuk menolak pernyataan tersebut, dengan mengatakan bahwa badan penasihat yang diusulkan akan "bertentangan dengan prinsip kesetaraan dan kewarganegaraan".

Suster Gardiner mengatakan saat dia mendekati akhir masa jabatannya pada 25 Januari, dia "merasa sedikit lelah".

Nominasi peraih penghargaan Australian Territory of the Year 2018 akan diumumkan pada hari Rabu (15/11/2017).

Simak beritanya dalam Bahasa Inggris disini.

 
SHARES
Komentar