Detik-detik Ferdy Sambo Meluapkan Amarah, Simak Kalimatnya, Ya Ampun

Detik-detik Ferdy Sambo Meluapkan Amarah, Simak Kalimatnya, Ya Ampun
Terdakwa kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (1/11). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Detik-detik Ferdy Sambo Meluapkan Amarahnya, Simak Kalimatnya, Ya Ampun.

Bharada Richard Eliezer atau Bharada E mengaku tak mengetahui adanya peristiwa dugaan pelecehan yang dialami Putri Candrawathi di Magelang, Jawa Tengah.

Karena itu, Bharada E mengaku bingung saat diberitahu oleh Ferdy Sambo bahwa Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J melakukan pelecehan terhadap Putri Canrawathi.

Ferdy Sambo mengatakan hal itu kepada Bharada E di rumah Saguling, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Kala itu, Bharada E dipanggil Ferdy Sambo dan ditanyai ihwal peristiwa yang terjadi di Magelang.

Ferdy Sambo mengatakan kepada Bharada E bahwa Putri Candrawathi telah dilecehkan oleh Brigadir J.

Saat itu Ferdy Sambo juga meluapkan amarahnya dengan mengatakan bahwa Brigadir J kurang ajar karena tak menghargainya.

"Memang kurang ajar anak ini, sudah tidak menghargai saya, dia sudah menghina harkat dan martabat saya. Enggak ada gunanya pangkat saya ini, Chard, kalau keluarga saya dibeginikan, terus dia (Sambo) bilang ke saya, "memang harus dikasih mati anak itu"," kata Bharada E di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (5/1), menirukan ucapan Ferdy Sambo.

Bharada E mengungkap detik-detik Ferdy Sambo meluapkan amarahnya, terkait peristiwa dugaan pelecehan yang dialami Putri Candrawathi di Magelang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News