JPNN.com

Di Forum OKI, Menlu Retno: Intoleransi Terhadap Islam Terus Meningkat

Kamis, 26 September 2019 – 03:48 WIB Di Forum OKI, Menlu Retno: Intoleransi Terhadap Islam Terus Meningkat - JPNN.com

jpnn.com, NEW YORK - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menyerukan dihentikannya kebencian terhadap Islam, saat memimpin Kelompok Kerja Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk Perdamaian dan Dialog (OIC Contact Group on Peace and Dialogue) di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB Ke-74 di New York, Rabu (23/9).

“Tren ujaran kebencian, fanatisme, dan intoleransi terhadap Islam terus meningkat. Retorika bernuansa politik membenci kelompok Muslim yang tidak sesuai dengan nilai demokrasi dan kemajemukan semakin mengkhawatirkan,” kata Menlu Retno saat menyampaikan pidatonya dalam forum tersebut, seperti disampaikan melalui keterangan tertulis Kemlu RI.

Pertemuan Kelompok Kerja OKI itu dilangsungkan untuk mengesahkan rancangan Rencana Aksi untuk Melawan Islamfobia, Diskriminasi Agama, Intoleransi, dan Kebencian terhadap Kelompok Muslim tahun 2020-2023 (Plan of Action on Combating Islamophobia, Religious Discrimination, Intolerance and Hatred towards Muslims 2020-2023).

Draf tersebut telah dibahas dan disepakati dalam Pertemuan Pertama Kelompok Kerja OKI untuk Perdamaian dan Dialog di Jakarta pada 29-30 Juli 2019.

Negara OKI memberikan penghargaan yang besar atas kepemimpinan dan prakarsa Indonesia yang menjadi tuan rumah pertemuan pertama Kelompok Kerja OKI tersebut.

“Dokumen Rencana Aksi itu digunakan sebagai acuan bagi aksi dan kerja sukarela negara OKI dalam mengatasi islamophobia di dunia dewasa ini,” ujar Retno.

Inisiatif Indonesia tersebut lahir dari keprihatinan mengenai semakin banyaknya tindak kekerasan yang didasarkan pada sentimen primordial, termasuk tragedi di Christcurch, Selandia Baru.
Menlu Retno menegaskan bahwa pengesahan rencana kerja oleh negara OKI akan membawa dua pesan penting yaitu pertama, konsolidasi komunitas Muslim untuk menegakkan nilai Islam yang damai dan toleran.

Pemimpin komunitas Islam harus bersuara keras dan tegas untuk melawan aksi kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam, katanya.

Sumber Antara

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...