Senin, 21 Mei 2018 – 18:05 WIB

Di Ukraina, Kapolri Banggakan Toleransi Umat Islam Indonesia

Rabu, 07 Februari 2018 – 18:17 WIB
Di Ukraina, Kapolri Banggakan Toleransi Umat Islam Indonesia - JPNN.COM

jpnn.com, KIEV - Kapolri Jenderal Tito Karnavian baru-baru ini berkunjung ke Ukraina. Di sela-sela kunjungan tersebut, dia sempat berdiskusi dengan ulama besar negara pecahan Uni Soviet itu, Syeikh Ahmad.

Diskusi tersebut bermula dengan pertemuan tak terduga di Masjid Ar Rahmah, satu-satunya rumah ibadah umat Islam di ibu kota Ukraina, Kiev. Saat itu, Tito hendak salat zuhur bersama Dubes RI untuk Ukraina Yuddy Chrisnandi.

Ternyata, Syeikh Akhmed Tamim yang merupakan mufti Ukraina bertindak sebagai imam salat di masjid tersebut. Usai menunaikan ibadah, Tito, Dubes Yuddy dan Syeikh Akhmed menyempatkan bertukar cerita mengenai kehidupan Muslim di negara masing-masing.

“Umat Islam di Ukraina yang jumlahnya sekitar dua persen. Namun Muslim Ukraina mendapatkan pengakuan dan peran yang sama dengan agama lainnya. Toleransi beragama di Ukraina sangat baik. Pemerintah menaruh perhatian yang baik kepada umat Islam di sini," ungkap Syeikh Akhmed kepada Tito, seperti tertulis dalam keterangan pers Kedutaan Besar RI di Kiev, Selasa (6/2).

"Islam selalu disebut agama radikal, dikaitkatkan dengan terorisme, tapi di Ukraina Islam tumbuh dan bisa berdampingan dengan umat lainnya secara baik dan damai,” lanjut presiden Universitas Islam Ukraina itu.

Menanggapi sang mufti, Kapolri Tito mengatakan, sebagai negara mayoritas Muslim, Indonesia berkomitmen menyebarluaskan pesan perdamaian Islam. Karena itu, menjalin hubungan dengan berbagai negara dan komunitas Islam lainnya sangat penting bagi pemerintah RI.

Tito pun mengharapkan Syeikh Akhmed bisa berkunjung ke Indonesia. Dengan begitu, dia bisa melihat langsung kehidupan umat Islam Indonesia yang toleran terhadap agama lainnya.

Untuk diketahui, Tito mengunjungi Ukraina dengan agenda membangun kerja sama dengan kepolisian setempat. Dia bertemu dengan Kepala Kepolisian Ukraina Serhiy Knayazev dan membahas penanganan kejahatan cyber, kejahatan luar biasa, pertukaran informasi dan capacity building kepolisian.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar