Selasa, 18 Juni 2019 – 06:30 WIB

Dihantam Gelombang Besar, Kapal Turis Tenggelam di Laut Banda

Jumat, 15 Maret 2019 – 23:17 WIB
Dihantam Gelombang Besar, Kapal Turis Tenggelam di Laut Banda - JPNN.COM

jpnn.com, AMBON - Kapal turis yang berlayar dari Pelabuhan Tulehu tujuan Pulau Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah terbalik setelah dihantam gelombang besar, Kamis (14/3). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

KM Mersia berpenumpang 5 orang turis Warga Negara Asing (WNA) dan 1 orang penerjemah atau pemandu wisata. Kapal ini dinakhodai Sadi Rudin dengan 7 orang Anak Buah Kapal (AKB). Total mereka yang berlayar sebanyak 14 orang.

Kapal berangkat dari Pelabuhan Tulehu dengan tujuan Pulau Banda Naira pada Rabu (13/3) malam sekira pukul 19.30 WIT. Dalam pelayaran, kapal mengalami masalah pada mesin. Tiba-tiba kapal dihantam ombak besar. Kapal oleng dan akhirnya terbalik sekira pukul 03.00 WIT, Kamis (14/3).

Seluruh penumpang berupaya menyelamatkan diri. Mereka berhasil naik ke sekoci penyelamat (liferaft) sementara kapal perlahan-lahan tenggelam ke dasar lautan.

Dalam kondisi terombang-ambing, mereka kemudian menyampaikan pesan darurat yang akhirnya diterima Kantor SAR Ambon sekira pukul 05.00 WIT. Tim SAR akhirnya berhasil menemukan 14 orang penumpang kapal sebelum akhirnya dievakuasi ke Kota Ambon. Total 8 jam para penumpang ini terombang-ambing di perairan Laut Banda sebelum akhirnya diselamatkan.

Kepala Basarnas Ambon, Muslimin mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, mesin kapal sempat mati sebelum dihantam ombak. “Kapal terbalik sekira pukul 03.00 WIT dan informasi yang kami terima sekira pukul 05.00 WIT,” ujar Muslimin kepada koran ini via selulernya, kemarin.

Menurutnya, informasi kecelakaan kapal selain diterima dari dari Syahbandar Tulehu, juga diperoleh langsung dari agen KM Mersia di Bali. Dia juga memastikan kapal tersebut sudah tenggelam dan seluruh korban yang berjumlah 14 orang sementara menyelamatkan diri dan berada di atas sekoci penyelamat. ”Beruntung mereka (korban) masih bisa berkomunikasi dengan agen kapal di Bali via telepone satelit,” kata Muslimin.

Setelah mendapat informasi, sebut Muslimin, sekitar pukul 07.15 WIT tim SAR langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. ”Sekira pukul 10.00 WIT, tim menemukan para korban dan berhasil dievakuasi sekitar jam 11.00 ke Pulau Ambon,” ujar Muslimin.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar