Dijebloskan ke Tahanan, Kadisdik: Saya Sakit Hypertensi

Dalam penahanan Masri, bersama tim kuasa hukumnya sempat melakukan perlawanan dengan tidak menandatangani surat penahanan dirinya.
Safri Nur selaku kuasa hukum M Masri protes dengan penahanan kliennya. Safri menilai Kejari melanggar Hak Azazi Manusia (HAM), karena Masri ditahan dan diperiksa dalam keadaan sakit.
"Penahanan tidak benar dan melanggar HAM. Karena, orang sakit tidak boleh ditahan dan diperiksa," katanya dengan nada tinggi. Rencananya, Safri akan mempraperadilankan penahanan Masri ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. “Kami akan gugat praperadilan terhadap penahanan klien kami. Prapid akan kita layangkan minggu depan," tegasnya.
Menyikapi hal itu, Kajari Medan, Samsuri mengatakan silakan mengajukan Prapid prihal penahanan tersebut. Karena, hal itu hak dari tersangka melalui tim kuasa hukumnya."Itu hak dia mengajukan praperadilan, karena jaksa yang melakukan penahanan sesuai dengan undang-undang," jelasnya.
Samsuri menilai bahwa alasan sakit yang disampaikan Masri hanya memperlambat proses penyidikan yang dilakukan Kejari Medan.(gus/azw/sam/jpnn)
MEDAN - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menjeblosan Kepala Dinas Pendidikan (Kasdik) Sumut M Masri ke tahanan Kamis (4/2) siang, sekitar
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Bali Tolak Ormas GRIB Hercules, Kalimat Giri Prasta Tegas
- Identitas 12 Korban Tewas Akibat Kecelakaan Maut Bus ALS
- Kronologi Mobil Nissan Tabrakan Beruntun di Bandung, Pelajar Tewas setelah Terseret 80 Meter
- Bea Cukai-Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 127 Kg Sabu-Sabu di Aceh
- Perahu Terbalik Diterjang Ombak Besar, Satu Nelayan Pesisir Barat Hilang
- Bus ALS Kecelakaan, 12 Penumpang Meninggal Dunia