Dijemput Paksa Satgas Covid-19 China, WNI Ini Malah Mengaku Puas

Dijemput Paksa Satgas Covid-19 China, WNI Ini Malah Mengaku Puas
Ambulans Satgas COVID-19 Kota Beijing, China, menjemput warga yang tinggal di salah satu apartemen di Distrik Shunyi pada 13 Mei 2022 untuk dibawa ke pusat karantina terpadu setelah ada satu kontak dekat kasus positif. ANTARA/Istimewa/mii

Ia mengaku puas dengan pelayanan gratis yang diberikan selama berada di pusat karantina berupa tiga kali makan menu halal, jaringan Wifi, televisi, dan fasilitas lain yang mirip hotel berbintang di pinggiran Kota Beijing itu.

Setiap dua hari sekali dia dan penghuni pusat karantina diwajibkan melakukan tes PCR melalui hidung dan setiap hari melaporkan perkembangan suhu badan.

Otoritas kesehatan China sampai saat ini masih memberlakukan kebijakan nol COVID-19 secara dinamis sehingga begitu ada kasus yang lebih dari tiga dalam satu hari diberlakukan penguncian wilayah (lockdown) dan tes PCR massal.

Terbaru, lima kampus perguruan tinggi di Distrik Fangshan, Beijing, dikenai lockdown sejak Kamis (19/5) setelah 11 mahasiswa didapati positif COVID-19. (ant/dil/jpnn)

WNI itu mengaku tiba-tiba ditelepon polisi, tak lama kemudian personel Satgas Covid-19 China menjemput dia dan istrinya


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News