Diperketat, Simulasi Industri di SMK

Diperketat, Simulasi Industri di SMK
Wakil Mendiknas, Fasli Djalal. (foto: nicha/jpnn)
JAKARTA—Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Djalal mengatakan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membutuhkan simulasi-simulasi industri guna menjaga keselarasan dunia pendidikan dengan dunia industri.

“Kalau mau serius , kita harus melihat tahapannya, karena industri sekarang kan makin canggih, dia tidak mau ada orang bermain-main di dalam siklus produksinya. Jadi untuk itu, perlu ada simulasi industri yang ketat di sekolah (SMK),” terang Fasli di dalam  konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/1).

Dikatakan, simulasi industri tersebut bertujuan agar para siswa SMK mendapatkan pengetahuan tentang budaya kerja, kondisi riil di industri, dan penguasaan teknologi. “Kita mencoba memperbanyak simulasi-simulasi di SMK dengan unit produksi, kemudian merangsang daerah dengan dinas-dinas terkait,” imbuhnya.

Menurutnya, jika sinergi industri dengan SMK melalui unit-unit produksi dapat terjalin dengan baik,  maka kondisi link and match dunia pendidikan dengan dunia industri dapat terwujud. Fasli mencontohkan, siswa-siswa SMK dapat dilibatkan dalam kontrak untuk pemeliharaan mobil dinas dan mebeler.

JAKARTA—Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Djalal mengatakan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membutuhkan simulasi-simulasi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News