Dipolisikan soal Perundungan PPDS Undip, Ini Reaksi Menkes Budi
jpnn.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin heran dirinya dipolisikan atas dugaan perundungan peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip) yang telah diakui juga oleh pihak kampus.
"Itu makannya ini jadi aneh, tetapi, ya, tidak apa-apa. Kan, sekarang Undip-nya sendiri sudah mengakui ada itu kejadiannya," kata Budi Gunadi di Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Sabtu (14/9/2024).
Budi tidak masalah dilaporkan ke polisi, karena selain diakui oleh pihak universitas, juga ada keluhan yang sampai kepada dirinya dari para korban yang mengalami hal tersebut.
"Kami bukan hanya percaya diri, tetapi kami lakukan yang terbaik saja karena semua orang mengeluh sekali akan hal ini," ucapnya.
Menkes meminta segala tindakan perundungan untuk diakhiri dan tidak usah ditutup-tutupi, terlebih telah ada korban jiwa yang sumbernya diduga kuat akibat tindakan perundungan.
"Dan ini bukan yang pertama meninggal, yang sebelumnya juga udah ada, kan, cuma ditutupi. Jadi, sudah saatnyalah kita berhentikan praktik-praktik seperti ini. Kasihan dokter-dokter muda kita," tuturnya.
Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Komite Solidaritas Profesi, Kamis (12/9) lalu.
Mereka dilaporkan karena dianggap telah menyebarkan berita palsu terkait kasus bullying yang melibatkan calon dokter spesialis di PPDS Undip.
Beginilah reaksi Menkes Budi Gunadi Sadikin setelah dipolisikan terkait perundungan di PPDS Undip yang menewaskan dokter Aulia.
- Perdagangan Orang Modus Pengantin Pesanan, Korban Dijual ke Warga Cina
- Bareskrim Bongkar Penyelundupan Emas Ilegal oleh WN India
- Bareskrim Tangkap 2 WN India Diduga Terlibat Penyelundupan Emas Ilegal
- Bareskrim Gerebek Kasino di Nagoya Batam, 197 Orang Diamankan
- Judi Online yang Diungkap Bareskrim Ini Unik, Transaksi Mencapai Rp 890 Miliar
- Bareskrim Bawa 8 Tersangka Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin ke Jakarta
JPNN.com




