Dirjen Dikti: ICE Institute Bukan Ancaman tetapi Peluang

Dirjen Dikti: ICE Institute Bukan Ancaman tetapi Peluang
Dirjen Dikti Kemendikbudristek Nizam saat peluncuran ICE Institute. Foto tangkapan zoom

Sebanyak 14 perguruan tinggi ternama yang tergabung dalam ICE Institute, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Jakarta, IPB University, Unika Atma Jaya, Universitas Pelita Harapan, UNS, ITS, Pradita University, Binus University, Universitas Diponegoro, Telkom University, Universitas Terbuka, serta Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia.

Prof Ojat mengatakan, ICE Institute sebagai marketplace pembelajaran daring di Indonesia, galeri mata kuliah daring-nya dapat ditempuh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di mana saja.

"Ini bisa dialihkreditkan ke dalam lingkungan ekosistem pendidikan tinggi dengan menggunakan teknologi blockchain," ujarnya. 

Hadir dengan tema `Merdeka Belajar untuk Semua`, ICE Institute menawarkan mata kuliah dalam skema pembelajaran daring berkualitas. Selain 165 mata kuliah dari perguruan tinggi papan atas juga tersedia 2.500 slot peserta untuk mengambil 1.381 mata kuliah dari EdX.

Selain itu, disediakan pula akses ke berbagai kursus terbuka bahasa Inggris, yang dikelola oleh instruktur dari berbagai kampus bereputasi di Amerika Serikat, yang dikelola oleh RELO Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. (esy/jpnn)

Indonesia cyber education Institute telah diluncurkan dengan melibatkan 14 kampus top di Indonesia


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News