Disebut Gagal, Petani Food Estate Hortikultura di Humbahas Merespons Begini, Keras

Disebut Gagal, Petani Food Estate Hortikultura di Humbahas Merespons Begini, Keras
Para pertani Food Estate Holtikultura di Humbahas menanggapi mengenai kegagalan komoditas. Foto: dok Kementan

“Kami di Kementerian Pertanian mendapatkan mandat untuk bersama-sama stakeholder terkait membangun kawasan food estate di Humbahas. Kami bekerja sesuai perencanaan dan hasil survey investigasi desain atau SID," ujar Prihasto.

Dia mengatakan sudah merintis pembukaan lahan yang benar-benar baru di area hamparan seluas 215 hektar. Ternyata, ternyata hasil produksinya cukup baik untuk ukuran perdana.

"Seiring proses perbaikan sifat fisik kimia  tanah, pemantapan prasarana irigasi dan jalan serta pendampingan ke petani, produktivitasnya menunjukkan trend perbaikan,” ujar Prihasto.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada musim tanam pertama yang dipanen di awal tahun 2021, produktivitas bawang merah rata-rata 5,7 ton/ha, bawang putih 2,7 ton/ha dan kentang industri 10,2 ton/ha.

Pada musim tanam berikutnya tercatat adanya peningkatan hasil panen di lahan-lahan yang digarap petani baik secara mandiri maupun yang bermitra dengan offtaker.

“Sebagai contoh untuk kentang kemitraan dengan PT Indofood bisa menghasilkan lebih dari 20 ton/ha, bawang putih kemitraan dengan PT Parna Raya ada yang mencapai 6,5 ton/ha dan bawang merah petani mandiri ada yang sudah mencapai 7,5 ton/ha,“ terang Prihasto.

Hingga saat ini dari seluruh lahan yang berhasil dibuka seluas 215 hektar di Musim Tanam tahun 2020, sekitar 70% lahan bisa terjaga keberlanjutan usahataninya.

Selebihnya belum terkelola kembali karena berbagai faktor diantaranya kepemilikan lahan dan keterbatasan aksesibilitas di dalam kawasan. (jpnn)


Para pertani Food Estate Holtikultura di Humbahas menanggapi mengenai kegagalan komoditas.


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News