Disiplin Waktu Bentuk Revolusi Mental Paling Sederhana

Disiplin Waktu Bentuk Revolusi Mental Paling Sederhana
Muhadjir Effendy. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Untuk meningkatkan taraf kehidupan berbangsa dan bernegara harus dimulai dari hal paling mendasar.

Melalui Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), pemerintah terus menggerakkan masyarakat untuk memajukan berbangsa dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

GNRM diyakini bisa merubah pola hidup masyarakat ke arah yang lebih baik. Hasilnya, GNRM mendapatkan sambutan dan dukungan dari berbagai tokoh nasional.

Staf Ahli Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Antonius Benny Susetyo memberikan dukungan langsung GNRM yang saat ini terus digenjot melalui Kemenko PMK.

"GNRM sudah sangat tepat menjadi program pemerintah. Karena untuk kemajuan dalam berbangsa dan bernegara harus dimulai dari mental kita sebagai warga negara. Diantaranya mengubah pola hidup yang lebih baik, efisien, disiplin dalam segala hal, mengerjakan sesuatu tepat waktu, bekerja totalitas dan peduli antar sesama," kata Romo Benny.

Contoh paling sederhana, kata Romo Benny, tidak lagi menunda pekerjaan adalah salah satu bentuk revolusi mental.

Meninggalkan kerja lama yang tidak efisien dan, tidak tepat waktu dan mengubah pola pikir yang visioner.

"Revolusi mental juga sebagai bentuk mengembalikan cara hidup dengan kearifan lokal. Karena kita tahu, bahwa leluhur kota sangat disiplin, sehingga punya ritme kerja yang jelas, tepat dan akurat. Mengubah gaya hidup, setia dalam pekerjaan, tidak mudah menyalahkan orang lain juga menjadi bentuk penerapan revolusi mental dalam kehidupan sehari-hari," imbuh dia.

Melalui Kemenko PMK, pemerintah terus menggerakkan masyarakat untuk memajukan berbangsa dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).