Disiram Air Mendidih agar Karapas Lepas, Penyu Menangis

Disiram Air Mendidih agar Karapas Lepas, Penyu Menangis
Penyu.Ilustrasi Foto: JPG/dok.JPNN.com

“Sekarang (Kamis, 20/12) masih banyak yang takut menjual. Mungkin minggu-minggu depan sudah mulai jualan lagi,” kata salah seorang pedagang aksesori di Pulau Derawan.

Terus gagal, tidak membuat tim menyerah. Toko-toko selanjutnya dikunjungi untuk menanyakan penjualan aksesori berbahan karapas penyu. Namun tetap saja gagal, karena tidak satupun yang bersedia memberikan informasi yang dibutuhkan.

Sampai akhirnya tim berhasil menemukan orang yang mengetahui informasi perburuan penyu untuk diambil karapasnya. Justru ketika tim kembali ke penginapan dan berbincang dengan salah seorang pekerja di penginapan, yang ternyata seorang mantan pemburu penyu di perairan Kepulauan Derawan.

Boy (nama samaran pekerja tersebut), mengakui perburuan penyu masih marak di Kepulauan Derawan. Bahkan dirinya mengaku punya banyak kenalan nelayan nakal, yang masih aktif melakukan perburuan penyu hanya untuk diambil karapasnya.

Menurutnya, karapas penyu memang menjadi salah satu buruan dengan nilai ekonomis tinggi yang banyak diburu masyarakat Pulau Derawan.

Cara mendapatkan penyu diakui cukup mudah, karena sudah mengetahui titik-titik pada perairan yang menjadi tempat favorit penyu mencari makan. Terbanyak lanjut dia, di sekitar Pulau Panjang, yang masih masuk gugusan Kepulauan Derawan.

Dari pengalamannya, dirinya bisa mendapat hingga Rp 3 juta lebih dari hasil penjualan karapas penyu. “Karena per kilogramnya bisa dihargai Rp 1,5 juta,” ujar Boy.

Terkadang, lanjut pria yang usainya berkisar 36 tahun tersebut, dirinya sering merasa iba ketika mengeksekusi penyu yang didapatkannya. Karena cara yang digunakan untuk memisahkan karapas dengan tubuh penyu cukup sadis.

Tubuhnya disiram air mendidih agar karapas lepas, penyu menangis hingga mati perlahan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News