Disna Riantina Beri Kesempatan Pemilik Aisha Weddings Minta Maaf kepada Publik

Disna Riantina Beri Kesempatan Pemilik Aisha Weddings Minta Maaf kepada Publik
Advokat dan pegiat SAMINDO-SETARA Institute Disna Riantina perlihatkan surat laporan polisi terhadap Aisha Wedding di Polda Metro Jaya, Rabu (10/2/2021). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

"Kami tidak mengarah sampai efek pemidanaan kalau kemudian, mungkin saja terjadi mereka meminta maaf, terus publik memaafkan. Kan tidak ada hal yang dipermasalahan lebih jauh. Artinya mereka menyadari kesalahan sudah cukup," jelas Disna.

Dia menyebutkan bahwa dalam menyelesaikan kasus ini, pemidanaan bukan satu-satunya jalan. Sebab, hukum pidana menganut asas ultimum remedium. Artinya, hukum pidana dijadikan upaya terakhir dalam hal penegakkan hukum.

"Menurut kami hukum pidana merupakan UU yang menganut asas ultimum remedium. Jadi upaya terakhir untuk menarik kasus ini ke permukaan sampai kemudian menemukan awal mula tindak pidana itu," jelas Disna.

Di sisi lain, bila kasus ini berujung permohonan maaf, maka pemilik/pembuat Aisha Weddings harus meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat melalui media.

Baca Juga: Ashanty Terbaring Lemah, Dipasangi Slang Oksigen, Mohon Doanya

Dengan begitu, kata Disna, masyarakat bisa mengetahui siapa pembuat website itu, sekaligus mengetahui bagaimana pola pikir para pelakunya dalam melihat perkawinan anak.

"Iya (permohonan maaf) kepada (publik melalui) media tentunya, bukan kepada kami. Dengan acara apa, tentu dengan menarik mereka ke permukaan siapa pembuatnya. Terus apa pola pikirnya. Mereka harus menyampaikan itu," pungkas Disna.(cr3/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

Disna Riantina menyarankan pemilik Aisha Weddings yang mempromosikan perkawinan anak meminta maaf kepada masyarakat melalui media.


Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News