Ditahan Bareskrim, Pamen Polri Minta Penangguhan

Ditahan Bareskrim, Pamen Polri Minta Penangguhan
Ditahan Bareskrim, Pamen Polri Minta Penangguhan
JAKARTA - Keputusan polisi menahan AKBP Mindo Tambubolon yang menjadi tersangka pembunuhan atas istrinya sendiri, dipersoalkan oleh Hotma Sitompul. Pengacara kodang yang menjadi kuasa hukum bagi Mindo itu mempertanyakan alasan penahanan sekaligus keabsahan surat pehananannya.

Saat dihubungi JPNN, Kamis (22/12) malam, Hotma menyatakan bahwa penahanan atas Mindo yang mendadak itu tidak punya dasar kuat. "Ini kan sudah berbulan-bulan Pak Mindo tidak lari. Apakah polisi punya bukti baru sehingga Pak Mindo mau menghilangkannya? Saya tanya bukti barunya mana, polisi bilang rahasia. Ini soal hukum, soal nasib orang kok rahasia," ujar Hotma.

Lantas bagaimana dengan keabsahan surat penahanan atas Mindo? Menurut Hotma, surat penahanannya ditandatangani oleh Direskrimum Polda Kepri, Kombes Wibowo pada 21 Desember. "Padahal pada 20 Desember, sudah ada TR (telegram rahasia) tentang mutasi terhadap Kombes Wibowo. Surat penahanannya ditandatangani di Batam," ucap Hotma.

Yang lebih disayangkan Hotma, karena Mindo yang tetap ke kantor setiap hari dan selalu bersikap kooperatif justru ditahan saat menjelang natal. "Kenapa kemarin-kemarin dibiarkan, tapi ketika menjelang natal ditahan?" keluhnya.

JAKARTA - Keputusan polisi menahan AKBP Mindo Tambubolon yang menjadi tersangka pembunuhan atas istrinya sendiri, dipersoalkan oleh Hotma Sitompul.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News