Senin, 22 Juli 2019 – 06:42 WIB

Dokumen Rahasia Sebut Luhut & Sandiaga Ikut Misi ke Israel

Sabtu, 02 Juni 2018 – 17:27 WIB
Dokumen Rahasia Sebut Luhut & Sandiaga Ikut Misi ke Israel - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Mulai 9 Juni nanti Israel tak akan mengizinkan pemegang paspor Republik Indonesia (RI) memasuki wilayahnya. Padahal, dalam setahun ada puluhan ribu warga negara Indonesia (WNI) yang masuk ke Israel.

Memang, RI dan Israel tak memiliki hubungan diplomatik secara resmi. Namun, pihak Israel mengklaim sedang berupaya membangun hubungan dengan Indonesia, terutama untuk urusan bisnis dan ekonomi.

“Kami berharap bahwa orang-orang di Indonesia yang mencoba mempromosikan upaya untuk mencairkan hubungan ini segera berhasil,” ujar Emanuel Shahaf selaku ketua Kamar Dagang Israel.

Upaya untuk merintis hubungan bisnis dan ekonomi antara pengusaha kedua negara ternyata sudah dirintis sejak lama. Bahkan, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia pada 2006 mengirim misi ke Israel.

Merujuk telegram rahasia Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta bertanggal 10 Juli 2006 yang dibocorkan Wikileaks, MS Hidayat selaku ketua umum KADIN memimpin 12 orang berkunjung ke Israel pada 25-29 Juni 2006.

Pihak yang menyusun rencana kunjungan itu adalah pengusaha nasional John Prasetio dan Duta Besar Israel untuk Singapura Ilan Ben-Dov. Sejumlah nama kondang tergabung dalam misi bisnis KADIN Indonesia ke Israel, seperti Luhut B Panjaitan, Sandiaga S Uno, Chris Kanter, Tata Susila Gunawan dan Zuhairi Misrawi.

Baik KADIN ataupun pemerintah Indonesia tidak mengumumkan rencana misi bisnis ke Israel itu. Prasetio sebagaimana tertulis dalam telegram Kedubes AS berkode 06JAKARTA8622_a mengaku sempat menemui Hassan Wirajuda selaku Menteri Luar Negeri (Menlu) RI kala itu guna menjelaskan rencana misi KADIN ke Israel.

Prasetio menjelaskan, Wirajuda tidak merasa keberatan atas rencana itu. Namun, Wirajuda juga menegaskan bahwa Kemenlu RI tak mendukung misi itu.

Semula, misi tersebut juga akan mengikutsertakan Yenny Wahid yang kala itu menjadi staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, Yenny memilih tak ikut ketika Presiden SBY menunjukkan reaksi tak berkenan atas rencana misi KADIN ke Israel.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar