DPR Tolak Keras Ide Sumut Merdeka

DPR Tolak Keras Ide Sumut Merdeka
DPR Tolak Keras Ide Sumut Merdeka

jpnn.com - JAKARTA - Setelah kemendagri dan pentolan gerakan masyarakat sipil di Jakarta, Ray Rangkuti, giliran DPR yang menyatakan sikap menolak keras gagasan Sumut Merdeka.

Melalui Wakil Ketua Komisi I DPR Ramadhan Pohan, DPR menilai gagasan Sumut Merdeka merupakan sebuah gerakan separatis.

"Kalau hal itu dinyatakan sebagai gerakan yang serius, maka itu gerakan separatis. Saya menolak keras," ujar Ramadhan Pohan kepada JPNN kemarin (27/11).

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat yang duduk di komisi bidang pertahanan itu mengakui, memang ada sejumlah persoalan di Sumut yang mesti mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Entah itu masalah buruknya infrastruktur atau masalah bagi hasil pengolahan sumber daya alam.

"Apa di Sumut masih ada persoalan? Iya. Tapi harus diselesaikan dan dibicarakan secara konstitusional," ujar Ramadhan.

Cara konstitusional yang dimaksud, misal terkait bagi hasil, harus disampaikan melalui DPR. Alasannya, aturan soal bagi hasil tertuang di undang-undang. "Jadi undang-undangnya yang harus diperbaiki agar memberi rasa keadilan bagi daerah kita. Sampaikan aspirasi ke kami. Bukan dengan cara gerakan separatis," tegas Ramadhan.

Meski demikian, menurutnya, gagasan Sumut Merdeka bakal mentok. Dia juga tak yakin para penggagas Sumut Merdeka mampu menggalang diplomasi di tingkat internasional untuk mendapatkan dukungan. "Mau diplomasi ke mana? Mau dengan cara apa," cetusnya.

Lebih lanjut, Ramadhan menilai, gagasan Sumut Merdeka merupakan langkah yang tidak menghargai para jasa pahlawan, terutama para pahlawan nasional yang berasal dari wilayah Sumut.

JAKARTA - Setelah kemendagri dan pentolan gerakan masyarakat sipil di Jakarta, Ray Rangkuti, giliran DPR yang menyatakan sikap menolak keras gagasan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News