JPNN.com

Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak

Minggu, 05 Juli 2020 – 13:59 WIB
Dua Kepala Sekolah Ini Jadi Inspirasi Guru Penggerak - JPNN.com
Mendikbud Nadiem Makariem. Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem mengatakan, keberhasilan menjalankan aktivitas sebagai guru penggerak tidaklah mudah.

Dibutuhkan keikhlasan dari hati karena akan memiliki tanggung jawab yang lebih dari status guru biasa.

“Guru penggerak harus berani melakukan perubahan, dan berani mengambil risiko dalam berinovasi untuk menjadi pempimpin masa depan. Serta menjadi roda perubahaan pada sistem pendidikan di Indonesia,” kata Menteri Nadiem Makarim, saat peluncuran Merdeka Belajar Episode Kelima: Guru Penggerak, dalam kanal YouTube Kemendikbud RI.

Seperti halnya Mariance Willa Dida, Kepala Sekolah SDN 9 Masohi, Maluku Tengah. Sejak 2016, perempuan yang karib disapa Ibu An ini mempin sekolahnya untuk bertransformasi sebagai sekolah ramah anak yang mendukung pembelajaran murid.

Pada awalnya, Ibu An merasa tak yakin bahwa murid bisa menjadi disiplin tanpa dipukul. Namun, setelah menjalani penerapan disiplin positif dan pembelajaran aktif berpusat pada murid, ia melihat dampak positif pada guru dan murid. Kini, ibu Ani menjadi Penggerak Komunitas Sekolah Ramah Anak di Maluku Tengah.

Lain halnya dengan Nyoman Darta, Kepala Sekolah SMAN 1 Bali Mandara, Bali, di mana mayoritas murid di sekolahnya berasal dari keluarga miskin, bahkan ada yang terindikasi tidak mengonsumsi gizi yang cukup.

Namun, Pak Darta percaya bahwa semua anak mempunyai potensi yang unik dan tidak soal latar belakang ekonominya.

Dengan program unggulan research base school (satu murid, satu riset), pengembangan guru di sekolah Pak Darta dilakukan melalui komunitas praktik dan membentuk komunitas guru berbagi. Pak Darta juga rutin mendampingi guru-guru untuk terus mengembangkan diri dan saling membagi praktik.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
jlo