Duh! Banyak yang Malas Bekerja Sejak Jadi Pengikut Dimas Kanjeng

Duh! Banyak yang Malas Bekerja Sejak Jadi Pengikut Dimas Kanjeng
MENERAWANG: Dimas Kanjeng Taat Pribadi diinterogasi anggota Komisi III DPR dengan disaksikan Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji (dua dari kiri) di Mapolda Jatim kemarin. Foto: Jawa Pos

jpnn.com - CIREBON - Sosok Dimas Kanjeng dan cerita kesaktiannya menggandakan uang ternyata berdampak buruk terhadap para pengikutnya di Desa Tegalgubug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Mereka jadi malas bekerja lantaran yakin bakal dibuat kaya raya oleh sang junjungan.

Di desa tersebut ada sekitar 175 orang pengikut Dimas Kanjeng. Beberapa di antara mereka adalah pelaku usaha kecil di bidang industri konveksi.

“Ada yang usahanya bikin hordeng, sampai malas karena dijanjikan uangnya akan digandakan oleh Dimas Kanjeng,” kata salah satu warga Blok Walisongo, Tegalgubug Lor yang tak mau namanya disebutkan kepada radarcirebon.com, Sabtu (1/10).

Warga Tegalgubug yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng tersebar di sejumlah blok, antara lain Blok Walisongo, Blok Alkudsiah, Blok Tegalempuyang, dan ada juga dari Desa Karangsambung, tetangga desa Tegalgubug. Mereka rajin menyetor uang ke Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, dengan harapan bisa kembali berlipat-lipat.

“Nama-namanya saya tahu,” kata sumber radarcirebon.com tersebut.

Masih menurut sumber, para pengikut Dimas Kanjeng di Tegalgubug kerap mempengaruhi pedagang pasar untuk bergabung. Padahal, banyak di antara mereka sendiri belum merasakan tuah dari kesaktian Dimas Kanjeng.

“Mereka (pedagang pasar) jadi malas berusaha, katanya tenang saja, uangnya sudah digandakan sama Dimas Kanjeng. Sempat juga kata pengikutnya Dimas Kanjeng itu akan jadi presiden,” katanya. (cecep/dil/jpnn)


CIREBON - Sosok Dimas Kanjeng dan cerita kesaktiannya menggandakan uang ternyata berdampak buruk terhadap para pengikutnya di Desa Tegalgubug, Kabupaten


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News