Dukung Investasi Rempang Eco City, HIPMI Pastikan Kesejahteraan Masyarakat Meningkat

Dukung Investasi Rempang Eco City, HIPMI Pastikan Kesejahteraan Masyarakat Meningkat
Kawasan pariwisata Pulau Rempang. Foto: Dok. Antara

Sebab, realisasi investasi dari perusahan Xinyi Glass Holdings Ltd dan PT Makmur Elok Graha menjadi penting dalam menjaga momentum investasi dan industrialisasi yang sedang tinggi di Indonesia.

“Juga kepercayaan investor luar negeri untuk berinvetasi di Indonesia. Kondusifitas ini perlu dijaga, karena kita juga berkompetisi dengan negara lain dalam menarik FDI," ungkap Fathul.

Fathul berharap pemerintah maupun investor harus menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG) dalam melakukan relokasi kepada warga.

"Harus diciptakan juga persepsi bahwa yang namanya investasi dan pembangunan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat terdampak, tidak justru sebaliknya malah memarginalkan mereka,” kata Fathul.

Fathul menyebut HIPMI siap berkolaborasi dengan pemerintah dan juga investor di Pulau Rempang.

Salah satu bentuknya dengan memberikan pelatihan kewirausahaan bagi warga terdampak, baik berupa pelatihan usaha perikanan budi daya dan peningkatan nilai tambah hasil perikanan bagi warga yang sebelumnya berprofesi sebagai nelayan. Maupun bentuk pelatihan wirausaha lainnya yang akan disesuaikan dengan kebutuhan warga melalui need assessment analysis sebelum kegiatan dilakukan.

Sebab, selama masa tinggal sementara, warga tetap membutuhkan penghasilan yang mencukupi kehidupan sehari-hari, dengan menjadi wirausaha diharapkan dapat menggantikan penghasilan mereka yang hilang setelah relokasi.

"HIPMI merupakan ekosistem pengusaha muda dengan bidang usaha anggotanya terdiri dari berbagai sektor, sehingga HIPMI diyakini mampu memberikan bekal pelatihan usaha yang mumpuni bagi warga Pulau Rempang, termasuk generasi mudanya,” pungkas Fathul.(fri/jpnn)

Ketua Bidang Maritim, Kelautan, dan Perikanan BPP HIPMI Fathul Nugroho mendukung penuh pembangunan proyek Rempang Eco City.


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News