Dukung Kemerdekaan Palestina, PSI Tak Keberatan Tim Israel Bertanding di Indonesia

Dukung Kemerdekaan Palestina, PSI Tak Keberatan Tim Israel Bertanding di Indonesia
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) telah ditetapkan sebagai partai politik peserta Pemilu 2024 dengan nomor urut 15. Foto: DPP PSI

jpnn.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan sikap untuk konsisten mendukung kemerdekaan Palestina sebagai negara berdaulat penuh yang hidup berdampingan secara damai dengan Israel.

Sikap ini sesuai Pembukaan UUD 1945 bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

"Terkait rencana kehadiran Timnas Israel pada Piala Dunia U-20, PSI setuju dengan sikap Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (PBNU) bahwa tidak masalah timnas Israel bertanding di Indonesia. Kedatangan timnas Israel sama sekali tidak akan merugikan Palestina karena ini masalah olah raga semata,” kata Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/3).

Andy menyatakan, perhelatan Piala Dunia U-20 adalah urusan olahraga yang diatur FIFA. Sebagai tuan rumah yang baik sudah semestinya Indonesia mengikuti peraturan dan keputusan FIFA.

Bila menolak aturan FIFA, akan merugikan sepakbola Indonesia dan puluhan juta pecinta sepak bola

“Toh, dengan kedatangan Tim Sepakbola Israel tidak mengganggu dan mengubah sikap dasar politik luar negeri kita yang mendorong dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina,” lanjut Andy.

Bahkan, PSI mendorong agar Kementarian Luar Negeri (Kemlu) RI meningkatkan peran diplomasi, baik bilateral maupun multilateral, demi kemerdekaan Palestina dan penghapusan penjajahan di muka bumi.

Timnas U-20 Israel menjadi salah satu dari 24 peserta Piala Dunia U-20 2023 yang akan berlangsung di Indonesia. Turnamen ini akan diselenggarakan pada 20 Mei sampai 11 Juni 2023. (dil/jpnn)

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan sikap untuk konsisten mendukung kemerdekaan Palestina sebagai negara berdaulat penuh


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News