Dulu Tandus dan Miskin, Kini jadi Desa Percontohan di Asia Tenggara, Keren!

Dulu Tandus dan Miskin, Kini jadi Desa Percontohan di Asia Tenggara, Keren!
Artim Yahya. Foto: ANDRA NUR OKTAVIANI/JAWA POS

jpnn.com - Memandang pepohonan di lahan hutan yang dia kelola, Artim Yahya menarik napas lega. Sonokeling, sengon, dan beberapa jenis pohon lain tumbuh subur. Bahkan sudah cukup besar untuk dipanen.

ANDRA NUR OKTAVIANI, Lombok Utara

’’Nilai-nilai ekonomis kayu-kayu itu sangat besar,’’ katanya kepada Jawa Pos yang menemuinya awal bulan lalu.

Desa Santong, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, tempat tinggalnya, kini juga sudah jauh berubah.

Anak-anak mudanya sudah bersekolah sampai ke perguruan tinggi. Rumah-rumah warga telah bertembok. Bahkan banyak di antara mereka yang sudah berhaji.

Semua itu sungguh tak terbayangkan 20 tahun lalu. Dua dekade silam, Santong hanyalah desa gersang dengan rata-rata penduduk miskin. Tidak ada tanaman produktif yang tumbuh di kampung tersebut.

Artim-lah figur sentral di balik transformasi Santong. Dari desa tertinggal hingga menjadi desa percontohan di Asia Tenggara sekarang ini. Dan, itu berawal dari sebuah ’’program limpahan’’ desa lain.

Pada 1997 lalu itu, desa tetangga Santong-lah yang sejatinya terpilih sebagai desa percontohan program Hutan Kemasyarakatan (HKm). Tapi, entah kenapa, warga desa tersebut menolak.

Memandang pepohonan di lahan hutan yang dia kelola, Artim Yahya menarik napas lega. Sonokeling, sengon, dan beberapa jenis pohon lain tumbuh subur.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News