Efek Obama Berlanjut di IHSG

Efek Obama Berlanjut di IHSG
Efek Obama Berlanjut di IHSG
Selain itu sebut Cece, menguatnya harga komoditas sejalan dengan melemahnya mata uang dolar AS. Hal tersebut memberi keuntungan pada saham-saham berbasis komoditas. Karenanya, pada perdagangan hari ini, indeks akan ditopang sektor komoditas. "Transaksi asing akan tetap bergairah,” tambahnya.

Sementara pada perdagangan Selasa (9/11), Indeks ditutup menguat 38,221 poin (1,03 persen) ke level 3.737,484. Sedangkan Indeks LQ 45 menguat 7,461 poin (1,09 persen) ke level 690,261. Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 158.718 kali pada volume 6,428 miliar lembar saham senilai Rp 6,904 triliun. Sebanyak  121saham naik, 103 saham turun dan 82 saham stagnan. Transaksi investor asing mencatat pembelian bersih (foreign net buy) tipis sebesar Rp 163,089 miliar.

Bursa-bursa regional Asia didominasi pelemahan. Indeks Shanghai turun 24,51 poin (0,78 persen) ke level 3.135,00. Indeks Hang Seng melemah 253,77 poin (1,02 persen) ke level 24.710,60. Indeks Nikkei 225 turun 38,43 poin (0,39 persen) ke level 9.694,49. Indeks Straits Times naik 8,05 poin (0,17 persen) ke level 3.305,27.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambang (ITMG) naik Rp 4.000 ke Rp 55.000, Petrosea (PTRO) naik Rp 1.600 ke Rp 41.500, United Tractors (UNTR) naik Rp 1.550 ke Rp 25.100, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 850 ke Rp 27.000. Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Kentucky Fried Chicken (KFC) turun Rp 500 ke Rp 9.500, Mayora Indah (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 12.800, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 47.700, Lonsum (LSIP) turun Rp 250 ke Rp 12.500. (far)

JAKARTA - Perjalanan indeks harga saham gabungan (IHSG) di zona positif diprediksi terus berlanjut. Itu seiring asa positif investor menyambut lawatan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News