El Clasico di Tengah Pandemi, Masih Tetap Ditunggu

El Clasico di Tengah Pandemi, Masih Tetap Ditunggu
Lionel Messi berebut bola dengan Casemiro di stadion Santiago Bernabeu, Madrid. Senin (2/3/2020) dini hari. Madrid berhasil memenangi el clasico dengan skor 2-0. ANTARA FOTO/REUTERS/Juan Medina/pras.

jpnn.com, SPANYOL - Kelesuan masih menyelimuti sepak bola dunia akibat pandemi COVID-19, hingga jelang El Clasico antara Barcelona kontra Real Madrid, pada pekan ketujuh Liga Spanyol di Camp Nou, Sabtu (24/10) besok.

Kelesuan terjadi akibat mayoritas pertandingan sepak bola masih dilangsungkan tanpa penonton.

Hal yang tersisa dari atmosfer laga hanyalah teriakan para pemain yang tampil, pelatih maupun penghangat bangku cadangan.

Penyebab lain, Barcelona dan Real Madrid juga sama-sama memasuki El Clasico edisi perdana musim ini dalam kondisi yang penuh dihinggapi ketidakpastian.

Sejak puluhan juta pasang mata di seluruh dunia menyaksikan kekalahan memalukan 2-8 melawan Bayern Muenchen dalam perempat final Liga Champions, Agustus lalu, Barcelona tidak pernah sama.

Lionel Messi ingin pergi. Messi diancam jalur hukum. Messi seperti ingat pengalaman buruk dengan sidang pengemplangan pajaknya dan memilih menunaikan sisa durasi kontrak semusim lagi di Camp Nou.

Quique Setien dipecat. Ronald Koeman didatangkan.

Koeman membuang Luis Suarez, Ivan Rakitic, Arturo Vidal dan Nelson Semedo. Koeman mendatangkan Sergino Dest, sembari berharap bisa menyepuh kembali kegemilangan mantan talenta masa depan yang meredup seperti Philippe Coutinho dan Ousmane Dembele.

El Clasico ternyata masih tetap ditunggu, meski kondisi seluruh sendi kehidupan saat ini tengah goyah akibat pandemi Virus Corona (COVID-19).

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News