Senin, 20 Mei 2019 – 10:02 WIB

Empat Kriteria untuk Mengukur Kredibilitas Lembaga Survei

Kamis, 21 Maret 2019 – 21:10 WIB
Empat Kriteria untuk Mengukur Kredibilitas Lembaga Survei - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirajuddin Abbas mengatakan ada empat hal yang harus dilakukan untuk mengetahui kredibilitas sebuah lembaga survei. Menurut dia, yang pertama adalah reputasi lembaga itu. Publik harus mengetahui rekam jejak lembaga survei.

“Masyarakat bisa mengetahui sebelumnya baik pada saat pilpres, pileg, maupun pilkada. Perlu dilihat seberapa baik lembaga survei, apa rekam jejaknya,” kata Saiful dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertajuk “Survei Pemilu, Realita atau Rekayasa?” di Media Center DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/3).

Kedua, adalah sumber daya manusianya. Menurut dia, SDM tidak hanya perlu mengerti statistik saja, tetapi harus memahami psikologi, sosiologi, maupun perspektif politik.

“Kalau basik keilmuannya tidak dikuasai, sulit bagi orang yang mengerti statistik untuk membaca apa yang diinginkan masyarakat terkait pemilu ini,” ujarnya saat berbicara bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Anggota Fraksi PDIP DPR Maruara Sirait, dan Rektor Universitas Ibnu Khaldun Musni Umar.

Ketiga, kata Sirajuddin, seberapa jujur dalam menyampaikan metodologi pada saat presentasi. Dia mengatakan, ada yang melaporkan kesimpulan saja, sementara metodologi survei tidak dilaporkan secara scientific.

“Kalau tidak ditampilkan itu orang tidak bisa menguji seberapa baik metodologinya dirancang dan dijalankan,” kata Sirajuddin.

Keempat, lanjut dia, bagaimana runutuan temuan survei ini bisa dicapai dan dari mana prosesnya. Misalnya, cara bertanya harus dijelaskan, serta cara penyampaiannya ke publik.

“Kadang-kadang kan ada juga yang disampaikan ujungnya saja. Bagaimana prosesnya itu tidak dijelaskan dengan baik. Hal itu memunculkan kebingungan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar