Enam Problem di PT LIB Sehingga RUPS Digelar

Enam Problem di PT LIB Sehingga RUPS Digelar
Dirut PT LIB Cucu Somantri dan sang anak Pradana Aditya Wicaksana (dua dari kanan-belakang, berkacamata). Foto: Amjad/JPNN

Selain isu nepotisme itu, problem lain yang membuat internal gerah ialah tak adanya kinerja yang apik menurut para direksi, yang itu tak sesuai dengan good corporate governance seperti diamanatkan undang-undang perseroan terbatas.

Ujungnya, muncul surat kekecewaan dari direksi atau mosi tidak percaya kepada Dirut PT LIB Cucu Somantri.

Dalam surat itu, tiga orang direksi di PT LIB mengeluh kepada para pemegang saham, dalam hal ini klub agar segera menyelesaikan problem di internal perusahaaan dengan menggelar RUPS luar biasa.

Problem kembali bertambah, saat PT LIB mengirimkan surat ke PSSI meminta kompetisi dihentikan, kemudian berniat memotong uang subsidi yang harusnya diberikan klub-klub Liga 1 dan Liga 2 2020.

Tetapi, PSSI kemudian tidak menerima usulan PT LIB tersebut dan meminta tetap membayarkan sesuai komitmen awal, karena kompetisi sempat jalan.

Kontan saja, ini membuat klub yang sedang tercekik kondisi keuangannya menjerit.

Mereka pun mempertanyakan tentang proyeksi bisnis PT LIB, kondisi keuangan terkini yang dianggap tidak transparan.

Dan akhirnya, 18 klub Liga 1 yang memiliki saham, mengajukan permintaan RUPS luar biasa PT LIB.

PSSI telah menggelar rapat Exco secara virtual pada Selasa (12/5) malam. Hasilnya adalah menyetujui pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) luar biasa di PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News