Enam Tewas Misterius, Warga Mengungsi

Enam Tewas Misterius, Warga Mengungsi
Enam Tewas Misterius, Warga Mengungsi
NGABANG - Warga Dusun Sebadok, Desa Temahar, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, sejak Sabtu (11/2) malam atau Minggu (12/2) dini hari dihebohkan dengan tewasnya enam warga secara mendadak. Warga juga memilih untuk mengungsi ke tempat lain karena ketakutan menyebarnya isu virus mematikan.

 

Minggu (12/2) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB berhembus kabar adanya peristiwa yang dirasakan ganjil menimpa enam orang warga di Dusun Sebadok.  Keenam orang warga tersebut sesuai keterangan Mansur yang juga warga Dusun Sebadok, saat ditemui di rumah Ketua I Dewan Adat Dayak (DAD) Landak, Syaidina, mengungkapkan, enam orang tersebut tewas secara misterius. Kematiannya hanya berselang beberapa saat setiap korbannya.

Menurut Mansur, kejadian beruntun ini diawali kematian Ego (3) pada Sabtu (11/2) sekitar pukul 14.00 WIB dengan mulut mengeluarkan busa dan badan membiru. Awalnya diduga karena dipatuk seekor ular. Selang beberapa jam kemudian Ibu Ego, Marina (23) juga tewas dengan sebab yang belum bisa dipastikan.

Lebih lanjut, Mansur menjelaskan , kematian misterius yang sama juga dialami empat warga Dusun Sebatok lainnya. "Ibu Ego ini meninggal sekitar pukul 18.00 WIB disusul Etis (32), Davit Budai (63), Ebok (20) dan Doman (35),” ujarnya. Kematian empat orang ini bergiliran dan hanya berselang satu jam dari kematian Marina. Ini yang membuat hampir seluruh warga Sebadok mulai dihantui oleh rasa kecemasan. Karena beredar isu penyebab kematian ini dapat menular. “Makanya kami sekeluarga malam ini juga mengungsi ke Kota Ngabang," paparnya. Ngabang adalah Ibukota Kabupaten Landak.

NGABANG - Warga Dusun Sebadok, Desa Temahar, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, sejak Sabtu (11/2) malam atau Minggu (12/2) dini hari dihebohkan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News