ESDM tidak Keberatan soal Kenaikan Tarif dasar Listrik

ESDM tidak Keberatan soal Kenaikan Tarif dasar Listrik
ESDM tidak Keberatan soal Kenaikan Tarif dasar Listrik

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap kalangan pengusaha tidak keberatan dengan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sejak 1 Juli lalu. Pasalnya, dunia industri termasuk ke dalam penerima subsidi listrik terbesar kedua setelah rumah tangga yang besarnya 450 VA.

 

Peningkatan konsumsi Eenergi listrik secara nasional sekitar 7,5 sampai dengan7,9 persen. Sementara, kemampuan peningkatan kapasitas listrik pertahunnya hanya mencapai 3,5 - 3,4 persen, jelas menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh dikantornya kemarin. Darwin juga menjelaskan, anggaran negara tidak mencukupi untuk menopang seluruh investasi elektrifikasi (ketersambungan listrik) nasional, sehingga diperlukan pembagian beban melalui peningkatan TDL.

 

Menurut Darwin, kenaikan tarif dasar listrik untuk pelanggan industri (6-15 persen) tidak akan mengganggu daya saing industri. Hal itu sudah diketahui dari hasil studi yang dilakukan oleh enam perguruan tinggi belum lama ini. Berdasarkan hasil studi dari konsorsium enam perguruan tinggi, daya saing industri sampai saat ini dengan dinaikkan TDL masih cukup baik, tegasnya.

 

Berdasarkan sepuluh data besar penerima subsidi listrik terbesar pada tahun lalu menginformasikan bahwa sektor industri menengah berdaya 200 KVA (kilo volt ampere) adalah penerima subsidi listrik terbesar kedua, setelah pelanggan rumah tangga kecil 450 VA yang memang layak disubsidi. Sedangkan industri besar berdaya 30 MVA (mega volt ampere) merupakan penerima subsidi terbesar keempat.

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap kalangan pengusaha tidak keberatan dengan kenaikan tarif dasar listrik (TDL)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News