Festival BMW Biak 2017 Pecahkan Tiga Rekor

Festival BMW Biak 2017 Pecahkan Tiga Rekor
Korinus Arwam saat berjalan di atas batu barapen yang panas di Hanggar Lanud Manuhua Biak pada pembukaan Festival Biak Munara Wampasi I tahun 2012. Foto: Dok. Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor

"Apalagi acara ini punya atraksi budaya yang cukup populer seperti Apen Beyeren yang berjalan di atas api. Ini harus dikemas dengan kelas dunia, agar wisatawan nusantara datang bahkan wisatawan mancanegara juga tertarik," ujarnya.

Esthy juga mengharapkan Biak memikirkan skala prioritas untuk mendukung pariwisata Indonesia. Yakni dengan memikirkan air connectivity, go digital dan homestay yang memadai untuk promosi dan menyambut wisatawan.

Festival BMW juga harus memiliki hakikat di mana kebutuhan aksebilitas, amenitas dan atraksi harus terus dikebut oleh pihak-pihak terkait. "Kesuksesan sebuah event selalu disinergikan dengan pentahelix: ABCGM, yaitu akademisi, bisnis, community, government dan media. Ini juga harus terus ditingkatkan," kata Esthy.

Sekadar informasi, ciri khas Festival BMW yang tidak ditemukan di tempat lain adalah snapmor (menangkap ikan dengan cara menombak), Atraksi 1000 Tifa (alat musik tradisional budaya Biak), parade Wor dan Pancar (tari tradisional budaya Biak) dan upacara religi Apen Beyeren (berjalan di atas bara batu api) yang menjadi ikon Kabupaten Biak.

Dalam perhelatan itu ada  kegiatan menangkap ikan tradisional di air laut yang surut (snapmor). Atraksi budaya berjalan di atas batu panas (Apen Beyeren). Dan bagi penyuka bahari ada lomba perahu tradisional waimansusu dan wisata ke objek di Kepulauan Padaido/Aimando serta lomba foto bawah laut.

Selain itu ada juga pameran anggrek, photography tour, diving, Parade Wor Yospan, lomba lari 10 K, Tour Padaido, Workshop Photography, snapmor, dan sebagainya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut gembira dengan semua penghargaan-penghargaan maupun rekor yang diraih di BMW 2017. Karena dengan penghargaan, imbuh Arief, event tersebut akan terangkat dan dikenal wisatawan.

Pria asli Banyuwangi itu juga menambahkan,  60 persen wisman ke Indonesia karena kultur atau ingin merasakan atmosfer budaya lokal. Sisanya, 35 persen faktor alam atau nature, dan lima persen man made atau wisata buatan seperti sport event, MICE, show music dan lainnya.

Pembukaan Festival Biak Munara Wampasi (BMW) ke-5, Sabtu (1/7) berlangsung meriah. Perhelatan yang digelar hingga 4 Juli 2017 di Nirmala Beach Hotel,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News