JPNN.com

Foto Bayi Orang Utan di Indonesia Menang Penghargaan di Austria

Senin, 16 September 2019 – 18:19 WIB Foto Bayi Orang Utan di Indonesia Menang Penghargaan di Austria - JPNN.com
Foto bayi orangutan karya fotografer Indonesia Dilla Djalil Daniel ditampilkan pada malam penganugerahan pemenang Alfred Fried Photography Award di Wina, Austria. Foto : Antara/Dokumentasi Dilla Djalil Daniel)

jpnn.com, JAKARTA - Foto cerita bayi orangutan berjudul "The Forest Orphanage" karya fotografer Indonesia, Dilla Djalil Daniel, memenangi penghargaan Alfred Fried Photography Award yang berbasis di Austria.

Malam penobatan penghargaan yang digarap oleh Photographische Gesellschaft (PHG) dan Edition Lammerhuber itu digelar di gedung Parlemen Austria, di ibu kota Wina pada 12 September 2019.

Ajang penghargaan tersebut bertema "kedamaian", dengan memfokuskan pada sisi baik manusia untuk melengkapi potret kehidupan yang biasanya berisi konflik, sebagaimana disebutkan pada laman resmi Alfred Fried Photography Award.

Menurut Dilla, serangkaian foto yang menangkap momen anak orangutan di penangkaran Yayasan Inisiasi Alam rehabilitasi Indonesia (YIARI) Ketapang, Kalimantan Barat, itu erat kaitannya dengan tema dan fokus yang diberikan.

"Kondisi bayi orangutan itu menyedihkan dengan habitat yang dirusak dan ibu yang dibunuh, tapi saya dokumentasikan sebuah pengharapan karena bayi-bayi itu dirawat oleh manusia, ada koeksistensi," kata Dilla melalui sambungan telepon dengan ANTARA di Jakarta, Senin.

Tak hanya dipamerkan dalam ajang penghargaan yang bekerja sama dengan UNESCO, pemerintah Austria, dan Yayasan World Press Photo itu saja, foto bayi orangutan Dilla sebelumnya juga telah tampil di pameran di China dan Helsinki, Finlandia.

Dilla mengakui bahwa fotonya dapat dilihat dari banyak sisi, karena itulah foto cerita yang diambil pada tahun 2016 itu bisa tampil untuk pameran fotografi bertema orangutan dan festival bertema perubahan iklim.

"Saya pribadi ketika membuat foto itu ingin memperlihatkan hubungan yang romantis antara manusia dengan hewan, khususnya hewan-hewan yang tersiksa karena ulah manusia ternyata bisa ditolong oleh manusia lain," kata Dilla mengungkapkan.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...