FPI Siap Melawan Musuh dengan Bahan Peledak, Komjen Agus: Mau Jadi Apa Negara ini Kalau Kami Diam?
jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Agus Andrianto mencatat sedikitnya 94 kasus dan 199 tersangka yang melibatkan Front Pembela Islam (FPI) sudah ditangani Polri.
Selain itu ada 35 anggota FPI terindikasi terlibat organisasi teroris.
"Kalau melihat jejak digital, mereka 'kan selalu melakukan kegiatannya dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, bendera-bendera yang menjadi ciri khas organisasi tersebut," kata Komjen Agus melalui siaran pers di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan bahwa dalam video orasi pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab, FPI menyatakan siap melawan musuh-musuhnya dengan segala kekuatan yang dimiliki, baik itu berupa senjata api, amunisi, maupun bahan peledak.
"Artinya, kalau mereka punya senjata api, punya amunisi, punya bahan peledak, terus kami mau diam saja? Mau jadi apa negara ini kalau kami diam?" kata mantan Kapolda Sumut ini.
Agus menjelaskan setiap organisasi kemasyarakatan, baik terdaftar maupun tidak, harus mendasarkan setiap kegiatannya pada aturan hukum yang berlaku.
Dia mengemukakan bahwa kebebasan masyarakat membuat organisasi kemasyarakatan, kebebasan masyarakat untuk berkumpul, tentunya ada aturan-aturan yang juga harus mereka taati.
"Silakan saja sepanjang mereka tidak melanggar hukum, sepanjang mereka tidak mengganggu ketertiban umum, sepanjang mereka tidak mengganggu keamanan, ya, silakan saja," kata jenderal bintang tiga itu.
Pemerintah telah membubarkan FPI dan ormas itu sejak 20 Juni 2019 secara de jure telah bubar.
- Massa FPI Menggelar Aksi Demo Hari Ini, Sasarannya Jelas, Lihat Itu
- KSP Dudung Tanggapi Sindiran Habib Rizieq: Ulama Tidak Berprasangka Buruk
- FPI Minta Prabowo Segera Keluar dari BoP, Sebut Tak Percaya Israel dan AS!
- Sesuai Amanat Habib Rizieq, Prabowo Diminta Ucapkan Belasungkawa Atas Gugurnya Khamenei
- FPI Bakal Polisikan Pandji Gegara Bahas Salat di Konten Mens Rea
- Bantah Isu Mengamuk ke Kapolri Seusai Dirotasi, Irjen Karyoto: Beliau Sangat Sayang Saya
JPNN.com




