G20 Bukan Pertemuan Politik, tetapi Perang Rusia-Ukraina Harus Dihentikan

G20 Bukan Pertemuan Politik, tetapi Perang Rusia-Ukraina Harus Dihentikan
Presiden Jokowi didampingi Menko Airlangga dan sejumlah menteri saat pertemuan dengan Presiden ADB Masatsugu Asakawa di Phnom Penh, Kamboja, Kamis (10/11). Foto: Dokumentasi Humas Kemenko Perekonomian.

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengingatkan para pemimpin KTT G20 soal urgensi pertemuan bergengsi tersebut.

Jokowi menyatakan KTT G20 merupakan forum ekonomi dan finansial sehingga jangan ditarik kepada hal-hal politik.

"Tadi saya tambahkan, G20 itu adalah forum ekonomi, forum finansial, forum pembangunan, bukan forum politik, jadi jangan ditarik-tarik ke politik,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Bali, Rabu.

Presiden Jokowi mengatakan dalam G20 Bali Leaders’ Declaration terdapat satu paragraf yang diperdebatkan, yaitu penyikapan terhadap perang di Rusia-Ukraina. Para pemimpin membicarakan hal itu sampai tengah malam.

Menurut Jokowi, ada perwakilan Rusia dalam pembahasan. Meskipun alot, tetapi akhirnya Deklarasi Bali dicapai melalui konsensus.

"Kami menyepakati bahwa perang berdampak negatif pada ekonomi global. Kira-kira itu. Kemudian pemulihan ekonomi global juga tidak akan tercapai tanpa perdamaian," kata Jokowi.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi menyampaikan dirinya pada awal pembukaan sesi ketiga KTT G20 menyerukan agar perang dihentikan.

Selain itu, pemimpin G20 juga telah menyetujui untuk menghasilkan kerja sama konkret di bidang kesehatan. "Tadi sudah saya sampaikan hasilnya USD 1,5 miliar untuk pandemic fund dan transisi energi serta transformasi digital," imbuh Presiden. (antara/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

Presiden Joko Widodo mengingatkan para pemimpin KTT G20 soal urgensi pertemuan bergengsi tersebut.


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News