Gaduh Vaksin Ketiga Ketika Alokasi dan Distribusi Vaksin di Indonesia Belum Merata

Gaduh Vaksin Ketiga Ketika Alokasi dan Distribusi Vaksin di Indonesia Belum Merata
Vaksin booster atau dosis ketiga makin marak dilaporkan, sementara kelompok rentan di Indonesia masih banyak yang belum terima dosis pertama.  (AP: Peter Hamlin)

Harry, warga Tangerang, Banten, bukan seorang tenaga kesehatan. Namun, lelaki tengah baya ini sudah memperoleh dosis ketiga vaksin bulan Juli lalu.

Ia mengaku was-was saat angka kasus COVID-19 di Jakarta dan pulau Jawa saat sedang tinggi-tingginya.

"Saya baca di media, katanya vaksin Sinovac setelah enam bulan akan berkurang efikasinya, ya saya jadi khawatir, karena kasusnya waktu itu kan lagi tinggi," tutur Harry.

Harry kemudian menghubungi beberapa dokter yang dikenalnya, mempertanyakan kebenaran artikel-artikel yang dibacanya.

"Sebagian dokter bilang, belum ada penelitian di Indonesia yang membuktikan soal efikasi itu, tapi di luar negeri memang sudah mulai dikenal vaksin booster," kata karyawan swasta itu.

Saat sedang mencari tahu tentang vaksin booster itulah Harry mengaku malah ditawari vaksin dosis ketiga dari kenalannya.

"Saya bilang saya mau, lalu saya disuruh datang ke salah satu tempat vaksinasi massal sekitar jam satu siang, karena katanya jam segitu biasanya sudah sepi."

Keesokan harinya ia memperoleh dosis ketiganya.

Harry, warga Tangerang, Banten, bukan seorang tenaga kesehatan. Namun, lelaki tengah baya ini sudah memperoleh dosis ketiga vaksin bulan Juli lalu

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News