Gandeng AirAsia, Gojek Berpotensi Makin Kuat di Pasar ASEAN

Gandeng AirAsia, Gojek Berpotensi Makin Kuat di Pasar ASEAN
Driver Gojek batalkan 700 ribu order dari pelanggan. Foto: Telkomsel

jpnn.com, JAKARTA - Langkah Gojek melepas operasional Gojek Thailand kepada AirAsia Digital menunjukkan kematangan strategi startup paling bernilai di Indonesia itu. Selain tetap dapat menikmati pertumbuhan bisnisnya di Thailand, melalui kepemilikan saham di Airasia Group, induk dari Airasia Digital, Gojek dapat fokus memperkuat investasinya di Singapura dan Vietnam.

Peneliti di Center of Digital and Innovation Economy INDEF Nailul Huda menilai kolaborasi Gojek dan AirAsia Group akan berdampak positif untuk pengembangan lini bisnis super apps on demand itu di pasar Thailand maupun Asean. Menurut dia lini bisnis seperti transportasi daring maupun layanan logistik dan e-commerce yang dikembangkan masing-masing perusahaan akan semakin bertumbuh ke depannya.

“Ini sebuah langkah positif bagi Gojek ataupun AirAsia untuk bisa mengembangkan lini bisnisnya di Thailand dan ASEAN. Kolaborasi dengan AirAsia ini akan lebih memperkuat bisnis Gojek sehingga dapat melanjutkan ekspansinya, tidak hanya di Thailand tapi di negara ASEAN lainnya,” katanya akhir pekan lalu (9/7).

Lebih lanjut Nailul mengatakan, kolaborasi baru Gojek dengan AirAsia Group, setelah sebelumnya membentuk GoTo bersama Tokopedia, menjadi strategis bagi Gojek dalam menghadapi persaingan ketat di sektor transportasi daring dan layanan pesan-antar makanan, khususnya dengan Grab. Dengan daya saing yang lebih kokoh, bisnis Gojek akan semakin kuat di pasar ASEAN, termasuk Thailand.

Sementara keputusan Gojek untuk mendorong ekspansi ke Singapura dan Vietnam diyakini Nailul bakal membawa dampak besar bagi Gojek ataupun bagi Indonesia pada umumnya. Salah satunya adalah peningkatan nilai valuasi Gojek seiring dengan pangsa pasarnya yang terus berkembang di pasar ASEAN.

"Investasi perusahaan teknologi asal Indonesia juga ikut meningkat seiring dengan berkembangnya pangsa pasar perusahaan teknologi nasional di kancah regional. Hal itu juga akan sangat positif,” ujarnya.

AirAsia Group melalui anak usahanya Airasia Digital telah mengumumkan untuk mengambil alih operasional Gojek di Thailand. Sebagai bagian dari kolaborasi itu, Gojek akan menjadi salah satu pemegang saham di super app Airasia miliki AirAsia Group yang dibangun oleh Tony Fernandes, bos Airasia Grup. Bahkan Tony menyebut kolaborasi dengan Gojek, perusahaan teknologi paling bernilai di Asia Tenggara itu sebagai mimpi yang menjadi kenyataan.

"Gojek merupakan salah satu inspirasi saya, satu-satunya unicorn di Asia Tenggara yang saya hormati. Yang lebih panting lagi, ini merupakan dukungan dari salah satu perusahaan teknologi terpintar di Asia Tenggara. Ungkapan kepercayaan dari orang dalam lebih baik daripada yang analis katakan di laporannya," ungkap Tony seperti dikutip dari laman sosial media -Linkedin, Tony Fernandes, Kamis (7/7)

Langkah Gojek melepas operasional Gojek Thailand kepada AirAsia Digital menunjukkan kematangan strategi startup paling bernilai di Indonesia itu