Ganti Massa Pro-PSSI Segel Kemenpora

Ibu-ibu Akui Dapat Rp 25 Ribu Plus Nasi Bungkus

Ganti Massa Pro-PSSI Segel Kemenpora
ANTI - Ratusan massa anti Nurdin Halid yang menuntut Revolusi, dari kelompok The Jakmania, Pasoepati dan lain-lain, ketika berdemo di Senayan, kemarin (25/2). Foto: Arundono/JPNN.
Sementara itu, massa Pro-PSSI juga tak kalah bersemangat menyampaikan aspirasinya. Mereka menuding pemerintah, dalam hal ini Menpora, terlalu mengintervensi PSSI. Pertama, mereka mendatangi kantor Menpora untuk berorasi sekaligus meminta kunci gembok segel pintu PSSI yang sehari sebelumnya (24/2) diserahkan massa prorevolusi ke Menpora.

Tapi, pihak Menpora tak menggubris kehadiran massa dan tidak ada stupun perwakilan menpora yang keluar sehingga massa  terlihat emosi. Mereka menumpahkannya dengan melakukan penyegelan ke pagar pintu masuk kantor Menpora. Selain itu, mereka juga melakukan aksi teatrikal dengan menyembelih dua ekor ayam betina yang dilambangkan sebagai Arifin Panigoro dan Andi Malarangeng.

Puas dengan langkah itu, mereka akhirnya bergeser ke kantor PSSI untuk membuka gembok penyegelan secara paksa, dan hal itu dibiarkan oleh pihak keamanan yang berjaga di kantor PSSI. Di sana mereka juga sempat berorasi. Hanya, ada kejanggalan pada kumpulan massa yang mengaku pro-PSSI tersebut. Sebagian dari mereka adalah ibu-ibu dan tak sedikit pula anak muda yang ikut membentangkan spanduk.

Salah seorang pendemo, Muni"ah, saat ditanya, mengaku hanya ikut-ikutan aksi saja. Meskipun sebelumnya menjelaskan bahwa dia ikut turun ke lapangan karena cinta PSSI, namun, ujung-ujungnya perempuan berjilbab itu mengaku jika diajak oleh seseorang. Sayang, dia tidak mau menunjukkan siap orang yang mengajaknya berdemo tersebut.

JAKARTA - Gelombang suporter prorevolusi PSSI dari daerah jumlahnya terus bertambah. Mereka secara bergantian berdatangan untuk melakukan unjuk rasa

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News