Minggu, 16 Juni 2019 – 05:38 WIB

Gara-gara Disetop Produksi, Harga VW Kodok Bekas Melambung

Senin, 08 Oktober 2018 – 20:41 WIB
Gara-gara Disetop Produksi, Harga VW Kodok Bekas Melambung - JPNN.COM

jpnn.com, PORTLAND - Volkswagen Beetle adalah ikonik otomotif dan salah satu kendaraan penumpang paling dikenal sepanjang masa. Mobil yang diproduksi atas permintaan Adolf Hitler sebagai kendaraan murah bagi masyarakat Jerman.

Namun sayangnya, VW Beetle diproduksi sejak 1938 itu dikabarkan akan disuntik mati pada tahun 2019 mendatang. Hal ini mendorong sejumlah pemiliki Beetle berniat menjual mobilnya. Demikian dilansir Carscoops, Senin (8/10).

Mobil yang dikenal dengan VW kodok ini diproduksi pada tahun 1964 dan saat ini berada di Portland, Oregon, Amerika Serikat. Dalam foto yang diunggahnya, VW Kodok itu tampak tidak berbeda jauh dengan VW Beetle lainnya, namun mobil tersebut memiliki sejarah unik yang mungkin membuatnya menjadi salah satu VW Kodok yang paling banyak diburu di dunia.

Mobil itu dibeli oleh seorang pria bernama Rudy Zvarich dan dibawa ke sebuah tempat penyimpanan milik temannya. Setelah dua tahun disimpan, VW kodok itu dipindahkan ke tempat baru di mana mobil ini tidak lagi tersentuh sejak 1966 sampai 2016. Menariknya, mobil tersebut hanya menempuh jarak 35 km saja.

VW Kodok itu dikatakan tidak pernah sama sekali terkena sinar matahari yang membuat catnya masih dalam kondisi terbaik, meskipun diselimuti debu yang tebal. Semua suku cadang mobil masih asli dan dop pelek yang didapat saat pembelian tidak pernah dipasang dan masih berada di kotak aslinya.

Interior mobil yang dibalut warna merah pada bagian jok dan panel pintu juga tidak pernah disentuh.

Ketika Zvarich meninggal dunia pada tahun 2014, mobil tersebut diwarisi oleh keponakannya. Sejak itu speedometer telah menjadi 37 km karena dipindahkan ke tempat lain.

Hebatnya, VW Kodok ditawarakan dengan harga 1 juta US dolar atau sekitar Rp 15 miliar. Harga yang ditawarkan cukup fantastis, melihat suku cadang pada mobil tersebut belum sama sekali mengalami perubahan alias masih orisinal. (mg9/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar