Gebrak Meja dan Membentak, Nasir Demokrat Usir Dirut Inalum dari Rapat DPR

Gebrak Meja dan Membentak, Nasir Demokrat Usir Dirut Inalum dari Rapat DPR
Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD) M Nasir. Foto: dpr.go.id

Orias kembali menyahut Nasir. "Saya diundang, saya datang," tegasnya.

Lalu, nada bicara Nasir kembali meninggi.  “Jabatan anda itu mempertaruhkan negara ini. Kalau Anda tidak senang di sini, Anda keluar," kata dia.

Nasir menegaskan bahwa BUMN adalah milik negara. Karena itu, dia meminta penjelasan dan bahan detail terkait langkah perusahaan.

"Kamu pikir negara utang siapa yang mau bayar? Kamu? Enak betul kamu ngomongnya. Saya (minta) pimpinan kalau ada orang begini lagi tidak usah ikut rapat, suruh wakilnya saja. Bila perlu suruh menterinya yang datang kemari. Tidak perlu lagi. Saya minta kalau ada orang seperti ini gak usah lagi rapat di Komisi VII," ungkap Nasir.

Selanjutnya, Nasir akan meminta Menteri BUMN Erick Thohir mengganti Orias. Dia akan mengirim surat secara pribadi kepada Erick.

"Nanti saya juga bicara dengan Fraksi Demokrat. Saya akan kirimkan ke Pak Erick sebagai menteri BUMN," katanya.

"Izin pimpinan. Saya minta kalau dia bilang seperti itu tadi, keluarkan saja dari ruang rapat ini. Karena dia yang minta dikeluarkan. Dan  saya akan menyurati Pak Erick Thohir untuk mengganti orang ini," kata Nasir dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VII DPR Alex Noerdin itu.(boy/jpnn)

Anggota Komisi VII DPR M Nasir mengusir Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau MIND ID Orias Petrus Moedak saat rapat kerja dengan Holding Tambang BUMN, Selasa (30/6).


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News