Gelar MAF, Kementan Sampaikan Urgensi Sinergi Vokasi Pertanian dengan Iduka

Gelar MAF, Kementan Sampaikan Urgensi Sinergi Vokasi Pertanian dengan Iduka
Kementan menggelar MAF dan menyampaikan pentingnya sinergi antara vokasi pertanian dengan industri dan dunia kerja. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), kembali menggelar Millenial Agriculture Forum (MAF), 31 Agustus 2021.

Kali ini, MAF yang difasilitasi SMKPP Negeri mengangkat tema Sinergisitas Pendidikan Vokasi Pertanian dengan Iduka dalam Mencetak Tenaga Terampil Pertanian yang Unggul dan Pengusaha Pertanian Milenial.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengataka pertanian Indonesia harus mengarah ke pertanian maju, mandiri, modern.

"Untuk mendukung itu, petani milenial mempunyai peran penting. Khususnya untuk kemajuan pembangunan pertanian saat ini. Karena, untuk melanjutkan pembangunan di sektor pertanian dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Dan tentunya itu bisa didapatkan dari bangku pendidikan vokasi," katanya.

Mentan SYL menambahkan pengembangan pendidikan vokasi menjadi kunci terhadap cikal bakal lahirnya petani milenial.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa petani milenial mempunyai peran penting dalam melanjutkan pembangunan disektor pertanian.

"Sehingga, dibutuhkan dukungan dari SDM pertanian. Selain itu SDM pertanian adalah pengungkit terbesar produktivitas pertanian. Maka pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci terhadap cikal bakal lahirnya petani milenial," katanya.

MAF yang diadakan secara virtual, diikuti 408 peserta di room meeting dan 149 via channel Youtube SMK PP Negeri Sembawa.

Kementan menyampaikan urgensi sinergi vokasi pertanian dengan industri dan dunia kerja dalam MAF.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News