Gelombang Pengungsi Rohingya Menuju Aceh Terus Membesar

"Beberapa orang pindah ke kapal lain pada saat di laut. Seorang perempuan meninggal karena kekurangan air," katanya.
"Perjalanannya sungguh mengerikan. Ini perjalanan tujuh belas hari di laut."
Ia mengatakan persediaan makanan berupa beras dan air habis dalam seminggu, bahkan mereka harus menunggu hujan untuk minum.
Perahu mereka mencapai perairan Andaman sekitar lima atau enam hari kemudian.
"Ketika kami sampai di sana, terjadi badai disertai hujan deras. Kami semua hampir mati," katanya.
Ketakutan lain bertambah saat mesin kapal kehabisan minyak.
"Untungnya, kami mendapatkan minyak dari kapal lain di laut, dan tentu juga air," katanya.
Perahu mereka akhirnya mencapai daratan Aceh, lalu para pengungsi diselamatkan warga setempat yang iba melihat kondisi anak-anak.
Khairul, istrinya, dan tiga anak-anaknya termasuk dari seribu lebih warga Rohingya yang melarikan diri dari kamp pengungsi di Bangladesh
- Dunia Hari Ini: Amerika Serikat Sepakat untuk Membangun Kembali Ukraina
- Dunia Hari Ini: Pakistan Tuding India Rencanakan Serangan Militer ke Negaranya
- Dunia Hari Ini: PM Terpilih Kanada Minta Waspadai Ancaman AS
- Dunia Hari Ini: Sebuah Mobil Tabrak Festival di Kanada, 11 Orang Tewas
- Dunia Hari Ini: Siswa SMA Prancis Ditangkap Setelah Menikam Teman Sekelasnya
- Dunia Hari Ini: Gempa Bumi Berkekuatan 6,2SR Mengguncang Turkiye, 150 Warga Luka-luka