Minggu, 19 Mei 2019 – 23:56 WIB

Gempa, Wartawan Istana Berhamburan

Rabu, 02 September 2009 – 16:30 WIB
Gempa, Wartawan Istana Berhamburan - JPNN.COM

GEMPA- Situasi pasca gempa di Istana Negara. Foto: Agus Srimudin/JPNN

JAKARTA - Gempa terasa di kompleks Istana Presiden Jakarta Pusat. Wartawan berhamburan keluar ruangan pers yang dikenal dengan istilah bioskop itu. Gempa terasa sekitar tiga menit dari pukul 14.58-15.00 WIB. Lampu-lampu di beberapa bangunan istana tampak bergoyang. Bukan hanya wartawan yang berhamburan keluar ruangan, tetapi para pegawai di koperasi istana yang persis bersebelahan dengan ruang pers juga berhamburan keluar ruangan. 
 
"Woi, gempa, gempa, ayo keluar ruangan," teriak sejumlah wartawan. Teriakan itu memicu wartawan lain berhamburan keluar ruangan, padahal para wartawan baru usai meliput acara Konsil Dokter Indonesia di gedung istana negara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
 
Setelah sibuk saling jeprat-jepret, para wartawan bergegas kembali ke ruangan pers untuk menulis berita. Tampak di layar televisi gempa terjadi di Tasikmalaya, sekitar 7,3 skala richter (SR). Di layar televisi ditampilkan bahwa gempa di Tasikmalaya berpotensi tsunami.
 
Saat gempa terjadi, Presiden SBY baru saja meninggalkan kompleks istana, dalam perjalanan menuju Cikeas, Bogor.
 
Wartawan dan pegawai di istana presiden ada beberapa yang tampak sibuk menghubungi keluarga. Mereka ingin memastikan agar semua keluar ruangan. "Ya, di Kebon Jeruk (Jakarta Barat) juga gempa, sekarang mereka sedang keluar rumah semua," ujar Sri, salah seorang jurnalis di istana yang baru saja menghubungi keluarganya.
 
Gempa juga terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta Timur. "Wah, di Cipinang gempa, goyangannya kencang sekali. Saat ini seluruh tahanan lari berpencar ke lapangan," ujar Sarjan Tahir, salah seorang terpidana kasus Tanjung Api Api.(gus/JPNN)
SHARES
TAGS   gempa
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar