Gibran Birokrasi

Oleh: Dahlan Iskan

Gibran Birokrasi
Dahlan Iskan (Disway). Foto: Ricardo/JPNN.com

Podcast Abraham Samad dengan Eep Saefulloh Fatah juga membahas soal ini.

Baca Juga:

Abraham adalah ketua KPK yang "tergalak". Kang Eep adalah tokoh jejak pendapat yang punya reputasi tinggi.

Kekuatan Jokowi di parlemen dinilai sudah menipis. Jokowi dalam bahaya.

Kalau suara PDI Perjuangan bergabung dengan suara di kubu Anies-Muhaimin hanya kurang dua persen saja. Itu bisa didapat dari tiga-empat suara mbalelo di kubu Prabowo-Gibran.

Usaha menjatuhkan Jokowi, lewat parlemen, bisa berhasil, apalagi Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan sudah agak lama absen: menjalani perawatan fisioterapi di luar negeri.

Usaha itu memang bisa berhasil. Tetapi prosesnya akan sangat gaduh. Seru. Keras. Brutal. Rakyat yang akhirnya dirugikan. Secara ekonomi.

Politisi yang diuntungkan. Secara emosi.

Iklim usaha pun bisa memasuki el nino, padahal tanpa el nino itu pun ekspansi usaha sudah praktis berhenti.

KALIMAT sejuk ini rasanya seperti boba di kala dahaga, apalagi Megawati Soekarnoputri yang mengucapkannya. Apakah Gibran jadi jaminan?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News