Gulai Cham

Oleh Dahlan Iskan

 Gulai Cham
Dahlan Iskan berbuka puasa di Ho Chi Minh City, Vietnam. Foto/ilustrasi: disway.id

Sambil tahlil kita sudah duduk berbaris berhadapan. Di teras masjid. Menghadap makanan di piring: kurma, ote-ote polos, dan pisang Ambon.

Saya makan pisang dan ote-ote. Kurmanya biar di makan orang di depan saya. Hanya dua butir.

Waktu saya masuk masjid terlihat tiga anak muda memperhatikan saya. Lalu saling berisik. Saya salami mereka.

"Pak Dahlan Iskan ya?“ tanyanya. "Tadi kami tidak yakin. Sekarang yakin. Ada tahi lalat di bawah mata," katanya.

Ternyata mereka tadi googling. Saat saya masih ngobrol di halaman. Cari foto saya. Untuk mencari tahi lalat itu.

Mereka ternyata Syafin Kurniawan (ITS kimia), Muhibudin (Unlam Banjarmasin) dan Dani Hamdani (Unisba Bandung). Lagi rapat di Ho Chi Minh. Mewakili perusahaan mereka Garuda Food.

Belakangan datang lagi dua anak muda Indonesia: Irvan Effendi dan Bambang Irwanto. "Kami lagi visit customer," ujar Irvan, dari pabrik kertas rokok di Karawang.

Banyak perusahaan rokok di Vietnam yang ternyata pakai kertas dari pabrik grup Djarum itu.

Kota Indrapura itu sendiri sekarang bernama Da Nang. Posisi di Vietnam-nya tepat di tengah. Antara ujung selatan Vietnam dan ujung utara.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News