Gunung Anak Krakatau Siaga, 3 Detektor Gelombang Dipasang

Gunung Anak Krakatau Siaga, 3 Detektor Gelombang Dipasang
Kecamatan Sumur, Pandeglang jadi lokasi yang paling parah terdampak tsunami Selat Sunda, Selasa (25/12). Foto: RAKA DENNY/JAWAPOS

jpnn.com, JAKARTA - BMKG berupaya mengantisipasi adanya gelombang tsunami yang dipicu erupsi gunung Anak Krakatau (GAK). Apalagi sejak Kamis(27/12) pagi status Gunung Anak Krakatau dinaikkan dari level II (waspada) ke level III (siaga).

Kepala bAgian Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana menuturkan yang saat ini dilakukan BMKG adalah mempersiapkan pemasangan tiga unit tide gauge. Alat tersebut dilengkapi dengan sensor yang fungsinya untuk mengukur perubahan muka laut secara mekanik dan otomatis.

BMKG berupaya tiga unit tide gauge itu dipasang segera. ’’Secepatnya. Januari bisa terpasang,’’ kata Taufan.

Dia menuturkan dengan adanya perangat tide gauge tersebut, diharapkan mampu membaca adanya potensi-potensi tsunami. Khususnya tsunami yang dipicu longsoran bawah laut maupun erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sementara itu Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menuturkan BMKG terus memantau kondisi GAK. Apalagi status level gunung tersebut sudah dinaikkan dari level II ke level III.

’’Peringatan kewaspadaan potensi tsunami di wilayah pantai selat Sunda dalam radius 500 meter hingga 1 km masih tetap berlaku,’’ kata dia.

Peningkatan status Gunung Anak Krakatau dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) karena ada peningkatan aktivitas. Data dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan semakin sering letusan gunung tersebut.

Jumlahnya sampai 14 kali letusan dalam satu menit. Sedangkan getaran yang dihasilkan letusan itu belum tercatat cukup besar.

Status Gunung Anak Krakatau naik dari level waspada ke siaga, BMKG akan pasang tiga alat detektor gelombang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News