Gunung Teraktif Meletus, Langit Eropa Terancam

Gunung Teraktif Meletus, Langit Eropa Terancam
Gunung Teraktif Meletus, Langit Eropa Terancam
Hingga kemarin, belum ada negara lain di Eropa yang menutup udaranya dari penerbangan. Di Belanda, otoritas menyatakan bahwa tidak ada penundaan atau pembatalan penerbangan dari Bandara Schiphol, Amsterdam, ke Kota Keflavik di Islandia hingga pukul 14.00 kemarin (pukul 19.00 WIB). Otoritas penerbangan di Inggris Raya dan Skandinavia juga menyatakan terus mengawasi ketat setiap perkembangan dampak letusan tersebut.

Einar Kjartansson, pakar geofisika di Badan Meteorologi Islandia, menuturkan bahwa saat ini terlalu dan sangat dini bicara soal dampak letusan dan debu vulkanis Grimsvoetn. "Jika erupsinya berlangsung dalam waktu lama, bisa saja kita akan saksikan dampak yang sama seperti pada letusan Eyjafjoell tahun lalu," ungkapnya.

"Untuk sementara ini, wilayah di selatan Islandia boleh jadi belum akan terpengaruh. Tetapi, kita tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Kami menunggu perubahan cuaca dan angin hingga Selasa nanti (24/5)," paparnya.

Grimsvoetn, gunung api teraktif di Islandia yang berada di pusat sungai es atau gletser Vatnajoekull, mulai meletus pada Sabtu malam. Letusan yang cukup dahsyat tersebut mengakibatkan kepulan asap hitam dan tebal disertai debu vulkanis setinggi 20 kilometer di angkasa.

REYKJAVIK - Penerbangan dan lalu-lintas udara Eropa kembali terancam. Itu terjadi setelah meletusnya gunung berapi teraktif di Islandia, Grimsvoetn,

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News