Rabu, 12 Desember 2018 – 14:12 WIB

Guru Honorer Emosi, Tikam Petani Berkali-kali, Ya Ampuuun!

Selasa, 27 November 2018 – 08:04 WIB
Guru Honorer Emosi, Tikam Petani Berkali-kali, Ya Ampuuun! - JPNN.COM

jpnn.com, MUSI RAWAS UTARA - Rasyid, 43, guru honorer di Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, Sumsel, menikam seorang petani tiga kali hingga tewas. Peristiwa tersebut terjadi Minggu (25/11), sekitar pukul 08.00 WIB, di Dusun 9, Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

Informasi yang dihimpun, pelaku merupakan guru honorer di Kabupaten Mura, warga Dusun 7 Desa Lubuk Rumbai Kecamatan Rupit. Sedangkan korban, Nang (35), warga Dusun 1, Desa Lubuk Rumbai, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

Kapolsek Rupit, AKP Yulfikri, didampingi Kanit Reskrim Polsek Rupit, Bripka Agus Priadi, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Pelaku sudah diamankan di Polsek Rupit untuk proses hukum lebih lanjut,” katanya, seperti diberitakan Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group).

Sedangkan jenazah korban, ungkap dia, sempat dibawa ke RSUD Rupit untuk dilakukan visum. Selanjutnya, diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan.

“Ada tiga luka tikam di dada kanan, di punggung kiri, dan di pinggang atas bagian belakang masing-masing 1 lubang. Selain itu, ada luka sayat di telapak tangan kanan. Pelakunya sudah menyerahkan diri dan mengakui semua perbuatannya,” tambahnya.

Informasi yang dihimpun, awalnya, antara pelaku dan korban bertemu di sekitar jalan poros desa, persisnya di depan rumah Moge, warga Desa Lubuk Rumbai. Keduanya terlibat cekcok mulut saat berpapasan. Lalu, berujung pada aksi penyerangan menggunakan senjata tajam oleh pelaku.

Menurut warga, perdebatan pelaku dan korban di antaranya mengenai kendaraan bermotor milik pelaku yang dipinjam korban namun tak kunjung dikembalikan. Pelaku sempat menanyakan dan meminta korban agar mengembalikan motornya tersebut. Namun, dijawab kasar oleh korban.

Karena emosi, pelaku Rasyid yang membawa pisau di pinggangnya langsung menusuk korban berkali-kali sehingga korban jatuh dan tak mmapu bangun lagi.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar