Halal dan Aman, Zifivax Amunisi Baru Pemerintah untuk Capai Target Vaksinasi

Halal dan Aman, Zifivax Amunisi Baru Pemerintah untuk Capai Target Vaksinasi
Vaksin Zifivax produksi China boleh digunakan di Indonesia. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mendukung adanya penambahan vaksin baru jenis Zifivax dalam rangka mensukseskan target vaksinasi nasional yang ditetapkan pemerintah.

Di mana target pemerintah sampai dengan akhir tahun berjumlah 208.265.720 sasaran.

Hal itu sejalan dengan mandat Presiden Joko Widodo dalam mensukseskan vaksinasi, yakni dengan mempercepat distribusi dan proses penyuntikan demi mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity.

Merujuk laman vaksin.kemkes.go.id, tercatat 114.347.101 orang atau 54.90 persen dari jumlah sasaran telah melakukan vaksinasi tahap pertama.

"Dengan adanya vaksin ini, paling tidak bisa membantu percepatan target pemerintah, kedua memberikan pemahaman bahwa Covid-19 ini memang berbahaya dan wajib bagi kita bergotong-royong menghadapinya. Ketiga, menyadarkan publik bahwa dengan adanya vaksin sesungguhnya penyebaran Covid-19 itu bisa dikendalikan," terang Trubus di Jakarta.

Ia menyatakan, vaksinasi yang digalakkan Pemerintah bisa dibilang berhasil dan diterima masyarakat.

Namun demikian, Trubus juga meyakini masih ada sebagian masyarakat yang resisten terhadap vaksin seperti halnya resisten terhadap Covid-19 itu sendiri.

Secara umum ada tiga pola terkait persepsi masyarakat terhadap Covid-19 berikut vaksinasi dimaksud.

Zifivax dalam rangka mensukseskan target vaksinasi nasional yang ditetapkan pemerintah.