Hari Pertama Operasi Patuh Jaya 2021, Pelanggaran Didominasi Karyawan Swasta

Hari Pertama Operasi Patuh Jaya 2021, Pelanggaran Didominasi Karyawan Swasta
Situasi arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (1/4). Ilustrasi Foto: Dokumentasi Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat ada 2.560 pelanggaran di hari pertama Operasi Patuh Jaya 2021, Senin (20/9).

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya (PMJ) AKBP Argo Wiyono mengatakan pelanggaran didominasi oleh karyawan swasta sebanyak 1.632, sopir angkot 447, dan pelajar atau mahasiswa sebanyak 407 pelanggar.

"Jenis pelanggaran, knalpot tidak standar 80, rotator empat, lawan arus 544, rambu dilarang parkir 347, busway 202, ganjil genap enam, helm  333, dan pelanggaran lainnya 1.044," kata Argo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/9).

Dia menyabut para pelanggar saat Operasi Patuh Jaya 2021 diberikan sanksi tilang dan teguran.

Pada hari pertama, polisi menyita surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK) milik pelanggar sebagai barang bukti penilangan.

"Jumlah yang disita 1334 SIM,1212 STNK, dan 14 roda dua," tutur Argo.

Jenis kendaraan yang paling banyak melanggar ialah roda dua sebanyak 2.229, roda empat pribadi 214, dan angkutan umum sebanyak 113.

Sebelumnya, Operasi Patuh Jaya 2021 digelar mulai 20 September hingga 3 Oktober 2021.

Ditlantas Polda Metro Jaya mencatat ada 2.560 pelanggaran di hari pertama Operasi Patuh Jaya 2021, Senin (20/9).