Hasil Survei SMRC: Elektabilitas PDIP Meroket di Kalangan Pemilih Kritis, Disusul Gerindra

Hasil Survei SMRC: Elektabilitas PDIP Meroket di Kalangan Pemilih Kritis, Disusul Gerindra
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersama calon presiden dari parpolnya, Ganjar Pranowo, dalam rapat DPP PDIP di Istana Batutulis, Bogor, Jumat (21/4). Foto: Humas DPP PDIP untuk JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - PDI Perjuangan saat ini mendulang keuntungan elektabilitas setelah mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai capres.

Suara partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu meningkat di kalangan pemilih kritis.

Hal itu berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajuk ‘Elektabilitas Partai pasca-Deklarasi Capres PDIP’ yang dipresentasikan Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, melalui kanal YouTube SMRC TV pada Selasa (2/5).

Dalam presentasinya, Deni menunjukkan dalam survei pada pemilih kritis, 25-28 April 2023, PDIP mendapat dukungan paling tinggi yaitu 19,9 persen.

Selanjutnya Gerindra 12,4 persen; Golkar 9,3 persen; Demokrat 6,5 persen; PKS 6.1 persen; PKB 5,5 persen; dan Nasdem 3,6 persen.

Sementara partai-partai lain mendapat dukungan di bawah 3 persen. Masih ada 30,3 persen yang belum menentukan pilihan. 

Deni menjelasnkan dukungan pada PDIP di kalangan pemilih kritis pasca-keputusan calon presiden cenderung naik, dari 16,1 persen dalam survei 18-19 April 2023 menjadi 19,9 persen dalam survei 25-28 April 2023.

Kenaikannya sekitar 3,8 persen. Sementara dalam kurun waktu yang sama, dukungan kepada partai-partai lain tidak mengalami perubahan berarti (perubahan di bawah 2 persen).

Berdasarkan hasil survei SMRC disebutkan PDIP masih berada di posisi teratas, disusul Gerindra dan Golkar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News