Hasto Bicara Sisi Gelap Politik, Singgung Menteri Salah Data

Hasto Bicara Sisi Gelap Politik, Singgung Menteri Salah Data
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (dua dari kanan) di kantor DPC PDIP Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/1). Aristo/JPNN

Dia juga menyatakan politik sebenarnya mampu menciptakan kesejahteraan bagi semua dengan kebijakan yang prorakyat.

"Di situ, lah, politik tujuannya adalah membangun peradaban untuk mengangkat harkat martabat rakyat," lanjut Hasto. 

Hasto mengaku selama terjun di politik selalu konsisten berjuang untuk rakyat, seperti menolak kebijakan pemerintah soal impor beras.

Hanya saja, dia bersama PDIP terpaksa menyetujui kebijakan impor beras pemerintah era Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini. 

Sebab, kata alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, Mentan SYL mengungkap data salah soal potensi ketersediaan beras sehingga Indonesia perlu impor beras. 

"Menterinya mengambil data berbeda, bulan Agustus (2022, red) laporan ke Presiden, Indonesia mengekspor dua juta ton, ternyata bulan Desember (2022, red), Indonesia malah impor 1,2 juta ton," kata Hasto. 

Dia pun merasa heran Mentan SYL bisa mengungkap data keliru, padahal Jokowi dalam forum kenegaraan sudah mengungkapkan Indonesia mampu swasembada beras. 

"Lah, ini bagaimana, menterinya memberikan data ke Presiden salah, padahal Presiden sudah terlanjur berpidato di MPR, di dalam forum kenegaraan bahwa kita swasembada beras karena dikasih data yang salah," ujar Hasto. 

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut ada sisi gelap dalam politik seperti ketika Mentan SYL mengungkap data salah soal ketersediaan beras nasional. 

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News