Heboh Kapal Selam Nuklir Australia, Reaksi Prancis Lebih Keras dari Indonesia

Heboh Kapal Selam Nuklir Australia, Reaksi Prancis Lebih Keras dari Indonesia
Presiden Prancis Emmanuel Macron memakai payung saat ia memberikan pidato di Palais du Pharo di Marseille, Prancis, Kamis (2/9/2021). Foto: Guillaume Horcajuelo/Pool via REUTERS/rwa/cfo

Pejabat tersebut mengatakan Amerika Serikat akan melakukan pembicaraan Prancis beberapa mendatang untuk menyelesaikan perbedaan pandangan.

Seorang juru bicara perdana menteri Australia menolak berkomentar tentang masalah ini.

Sebuah sumber diplomatik di Prancis mengatakan ini adalah pertama kalinya Paris menarik duta besarnya dengan cara seperti ini.

Pernyataan kementerian luar negeri itu tidak menyebutkan Inggris, tetapi sumber diplomatik mengatakan Prancis menganggap Inggris telah bergabung dengan kesepakatan itu secara oportunistik.

"Kami tidak perlu mengadakan konsultasi dengan duta besar (Inggris) kami untuk mengetahui apa yang harus dilakukan atau untuk menarik kesimpulan apa pun," tambah sumber itu.

Le Drian mengatakan kesepakatan itu tidak dapat diterima.

"Pengabaian proyek kapal selam dan pengumuman kemitraan baru dengan Amerika Serikat yang bertujuan meluncurkan studi baru untuk kemungkinan kerja sama propulsi nuklir di masa depan adalah perilaku yang tidak dapat diterima di antara sekutu," katanya dalam sebuah pernyataan pada Jumat.

"Konsekuensinya menyentuh konsep yang kita miliki tentang aliansi, kemitraan kita, dan pentingnya Indo-Pasifik bagi Eropa."

Seperti Indonesia, Prancis juga merespons negatif rencana Australia membangun armada kapal selam nuklir dengan dibantu Inggris dan Amerika

Sumber Antara

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News